Peluang Kerjasama Indonesia-Tiongkok Cukup Besar untuk Rempah-Rempah

Penulis: Aflaha Rizal Bahtiar | Editor: Lina F | Foto: Unsplash.com

Jakarta, Gpriority.co.id— Perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Totok Hari Wibowo mengatakan, Indonesia punya peluang yang cukup besar dengan Tiongkok di bidang rempah-rempah.

Menurutnya, Indonesia punya potensi rempah-rempah yang terbilang punya kualitas tinggi.

“Indonesia memiliki komoditas rempah yang berkualitas tinggi serta memiliki potensi untuk dikembangkan dan dipasarkan ke dunia, seperti lada putih Muntok dari Bangka. Pemerintah akan mendorong agar fokus pada satu komoditas unggulan sehingga dapat meningkatkan derajat pelaku usaha atau petani,” ujar Totok melalui keterangannya, Rabu (10/8).

Pada kesempatan yang sama, Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan PBK Heryono Prasetyo menuturkan, Kementeran Perdagangan memiliki mekanisme lain dalam mendukung penguatan ekspor komoditas pertanian, termasuk rempah melalui program SRG dan PLK.

“SRG merupakan sistem penyimpanan komoditas di gudang yang membantu petani dan pelaku usaha dalam melakukan tunda jual pada saat harga turun,” jelaas Heryono.

“Dengan menyimpan komoditas di gudang SRG, pemilik barang akan memperoleh resi gudang sebagai bukti kepemilikan dan dapat diagunkan ke bank sebagai alternatif pembiayaan,” ungkapnya lebih lanjut.

Menurutnya, di dalam SRG, komoditas yang disimpan memiliki standar mutu yang baik karena telah melalui uji mutu sebelumnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan, dalam mekanisme SRG, pemerintah memiliki program Skema Subsisi Resi Gudang. Ini dimaksudkan, pemilik komoditas di gudang SRG hanya akan membayar bunga pinjaman 6 persen per tahun dan selisih bunga merupakan subsidi dari pemerintah.

“Pemanfaatan SRG sebagai mekanisme pembiayaan berbasis komoditas dapat mendukung kegiatan eksportir komoditas yang diresigudangkan. Saat ini, telah muncul pengelola gudang dan pelaku SRG yang merupakan pelaku ekspor atau eksportir untuk beberapa komoditas, seperti kopi, rumput laut, beras organik, ikan, dan timah,” imbuh Heryono.