Baru Beroperasi, 115 Siswa dan 143 Guru Pilih Mundur Dari Sekolah Rakyat

Prabowo ingin mempercepat implementasi program Sekolah Rakyat/Foto : Dok. Setpres RI Prabowo ingin mempercepat implementasi program Sekolah Rakyat/Foto : Dok. Setpres RI

Jakarta, GPriority.co.id – Sekolah Rakyat, salah satu program prioritas Presiden Prabowo, baru saja mulai beroperasi pada 14 Juli 2025 lalu.

Belum ada sebulan beroperasi, kini sebanyak 115 siswa dan 143 guru memilih mundur dari Sekolah Rakyat. Hal ini diungkapkan langsung oleh Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

Jika anda belum mengetahuinya, Sekolah Rakyat dirancang seperti sekolah asrama, dengan tujuan agar Kemensos dapat mengevaluasi mulai dari aspek gizi, kesehatan, tingkat IQ, kedisiplinan, kecerdasan mental, hingga kompetensi dari masing-masing murid.

Program ini menyediakan pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin. Pembiayaan sekolah ini 100 persen ditanggung negara, dan diprioritaskan berada di wilayah 3T. Sampai saat ini, ada 53 lokasi yang akan dibangun Sekolah Rakyat.

Namun, beberapa siswa dilaporkan mundur dengan alasan keberatan dengan kehidupan di asrama. Sementara sebagian murid berasa tak bisa jauh dari orang tua dan keluarga.

“Mereka umumnya merasa tidak bisa jauh dari orang tua atau keluarga. Sebagian juga ingin menjaga orang tua tunggal yang tinggal di rumah. Baik anak yatim atau yaitum piatu. Kami tidak bisa memaksa,” ungkap Gus Ipul.

Sementara itu, ratusan guru juga dilaporkan tak memenuhi panggilan. Padahal mereka sudah dinyatakan lulus seleksi untuk mengajar di sekolah tersebut. Mayoritas dari mereka beralasan terkendala jarak lokasi yang jauh dari tempat tinggal, hingga lintas pulau.

Kendati demikian, Gus Ipul mengklaim jika jumlah siswa yang mundur dari Sekolah Rakyat hanya 1,4 persen. Bahkan jumlahnya tak sampai 2 persen dari keseluruhan total siswa sebanyak 9.705 siswa.

Sementara untuk guru, jumlahnya hanya sekitar 9,7 persen dari total keseluruhan, dan mereka telah digantikan sesuai dengan prosedur, tanpa mengganggu proses belajar.