Ada Unsur Kekerasan dan Kata Kotor, Mendikdasmen Larang Anak-Anak Main Roblox

Game Roblox kian diminati anak-anak, namun dinilai banyak dampak negatifnya/Foto : YouTube (Maizen) Game Roblox kian diminati anak-anak, namun dinilai banyak dampak negatifnya/Foto : YouTube (Maizen)

Jakarta, GPriority.co.id – Menyoroti fenomena game Roblox yang terkenal di berbagai kalangan terutama anak-anak, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, memberi larangan.

Dalam pernyataannya baru-baru ini, Mendikdasmen menilai jika permainan Roblox menampilkan banyak adegan kekerasan serta kata-kata kotor. Terlebih, anak-anak pada usia tersebut belum mampu membedakan antara adegan nyata maupun rekayasa. Ia khawatir, anak-anak akan meniru tindakan yang di lihat pada game tersebut.

Mu’ti pun turut menekankan pentingnya literasi digital sedari dini, supaya anak-anak dapat terhindar dari berbagai konten yang tak sesuai usianya.

“Mohon maaf, misalkan kalau di game itu dibanting, itu kan tidak apa-apa di game. Tapi kalau dia main dengan temannya, kemudian temannya dibanting, kan jadi masalah nantinya,” ungkap Mu’ti.

Lebih lanjut, Mu’ti turut menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak-anak saat bermain gadget. Para orang tua juga diminta memastikan agar konten yang diakses anak-anak hanyalah konten yang bermanfaat dan edukatif.

Dalam kesempatan yang sama, Mu’ti turut menyoroti hadirnya Program Tunas. Diluncurkan bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), program ini hadir sebagai upaya pemerintah dalam melindungi anak-anak di dunia digital. Program ini telah diatur pada PP Nomor 17 Tahun 2025.

Ke depannya, Program Tunas akan ditindaklanjuti lewat kerja sama dengan berbagai pihak, guna menyediakan layanan yang lebih mendidik bagi anak-anak.