Belum Butuh Bantuan Asing untuk Banjir Sumatra, Mensesneg: Kita Masih Sanggup

Belum Butuh Bantuan Asing untuk Banjir Sumatra, Mensesneg: Kita Masih Sanggup/ Foto: Dok. Instagram @prasetyo_hadi28 Belum Butuh Bantuan Asing untuk Banjir Sumatra, Mensesneg: Kita Masih Sanggup/ Foto: Dok. Instagram @prasetyo_hadi28

Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, menyebut pemerintah Indonesia saat ini masih sanggup menangani bencana alam banjir Sumatra.

Dalam pernyataannya yang dikutip dari ANTARA pada Jumat (5/12), Prasetyo menekankan jika Indonesia belum membuka peluang bagi bantuan internasional untuk menangani bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat tersebut.

Ia menegaskan, pemerintah saat ini masih mempunyai kapasitas yang memadai untuk menangani dampak bencana secara mandiri.

“Kita merasa bahwa pemerintah dalam hal ini kita semua masih sanggup untuk mengatasi seluruh permasalahan yang kita hadapi,” tuturnya.

Prasetyo menambahkan, anggaran untuk menangani bencana sangat cukup. Terdapat Dana Siap Pakai (DSP) dalam APBN dengan total mencapai lebih dari Rp500 miliar untuk menangani para korban terdampak.

Saat ini, pemerintah juga tengah mempertimbangkan opsi pengiriman melalui jalur udara untuk mendistribusikan logistik seperti BBM, ke wilayah yang terisolir. Di samping itu, stok pangan nasional juga cukup guna memenuhi kebetuhan korban yang terdampak dari bencana alam tersebut.

Saat ini, laporan menyebut, banyak negara dan mitra internasional yang telah menawarkan bantuan kepada Indonesia. Namun pihak Istana menolak dengan hormat dan tetap mengapresiasi perhatian yang diberikan.

“Baik yang mengucapkan keprihatinan maupun yang ingin memberikan bantuan, kami mengucapkan terima kasih,” ungkap Prasetyo.

Sebelumnya, Malaysia telah terlebih dahulu mengirim bantuan medis ke Aceh. Bantuan tersebut dilaporkan tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda pada Sabtu (29/11) lalu. Bantuan ini meliputi obat-obatan dan alat kesehatan senilai 1 juta ringgit, atau setara dengan Rp4,02 miliar.

Selain itu, Malaysia juga mengirim 10 tenaga medis dari Blue Sky Rescue Malaysia untuk menangani para korban terdampak. Tak tanggung-tanggung, bantuan medis yang diberikan Malaysia mencapai 2 juta pieces obat dan alat kesehatan seberat 2 ton.

Menurut Posko Penanggulangan Bencana Hidrometerologi Aceh, bantuan tersebut merupakan pengiriman medis internasional pertama yang masuk ke Aceh usai bencana banjir bandang terjadi.