Berdiri Sejak 1920, Ini Dia Sejarah Jembatan Otista Bogor yang Diresmikan Jokowi

Penulis : Dimas A Putra | Editor : Lina F | Foto : Birosetpres

Jakarta, GPriority.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Jembatan Otto Iskandar Dinata (Otista), Kota Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (19/12).

Jokowi mengatakan proyek pelebaran jembatan tersebut sebagai upaya mengatasi permasalahan kemacetan yang diakibatkan oleh penyempitan jalan.

“Jembatan Otista ini salah satu menjadi problem di Kota Bogor, karena setelah (jalanan) melebar, menyempit di jembatan ini,” kata Presiden Jokowi kepada awak media, Selasa (19/12).

Jembatan yang dibangun dengan anggaran hampir 50 miliar itu, dinilai Jokowi telah memiliki konstruksi yang lebih baik dibanding sebelumnya.

Disamping itu, Jokowi meminta agar ciri khas jembatan yang telah ada sejak tahun 1920 itu pun tetap dipertahankan dalam rangka menjaga cagar budaya. “Tetap dijaga tadi saya juga ke bawah melihat, konstruksi lengkung itu tetap tidak dihilangkan,” ungkapnya.

Sejarah Jembatan Otista
Dilansir kobrapostonline.com, Jembatan Otista dibangun dengan metode modern tahun 1930, kemudian diperlebar pada 1977. Jembatan Otista dengan bentuk struktur lengkung memberi petunjuk pada perjalanan perkembangan sejarah Bogor.

Dalam pembangunannya, Jembatan lengkung dengan struktur beton bertulang tahun 1930 dengan pembangunan pelebaran jembatan yang menggunakan teknik struktur beton bertulang prategang tahun 1977-1978.

Lalu pada tahun 90-an jembatan Otista menjadi infrastruktur andalan yang menunjang aktivitas warga Kota Bogor. Jembatan itu juga sempat dipenuhi pedagang kaki lima sehingga menyebabkan kemacetan.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, menjelaskan bahwa pembangunan pelebaran Jembatan Otista dilaksanakan selama 7,5 bulan. Bima berharap dengan selesainya jembatan tersebut dapat menopang arus lalu lintas serta perekonomian warga sekitar.

“Mudah-mudahan lancarnya jembatan ini membukakan rezeki yang lebih luas lagi bagi seluruh warga,” ucapnya.