Bertemu Menteri Pertanahan Jepang, Basuki Bahas Infrastruktur

Jepang,GPriority.co.id-Selama 2 hari (23-24 April 2022) Menteri PUPR Basuki Hadimuljono melakukan kunjungan ke Jepang. Adapun kegiatan yang dihadiri oleh Menteri Basuki adalah menghadiri 4th Asia Pacific Water Summit di Kumamoto, Jepang.

Pertemuan yang dihadiri oleh Kepala Negara/Pemerintahan dari Kamboja, Laos, Tuvalu, Uzbekistan dan Jepang, serta pejabat setingkat Menteri dari sejumlah negara ini digelar untuk berbagi pengalaman dalam menanggulangi isu terkait air, tidak hanya di Asia-Pasifik, tapi juga di seluruh dunia.

Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan daring melalui pesan video menekankan bahwa perubahan iklim, pertumbuhan penduduk dan urbanisasi membuat tantangan dunia semakin kompleks. Banyak hal yang harus dilakukan bersama-sama, di mana keberlanjutan (sustainability) adalah kunci masa depan.

Dalam kesempatan terpisah, Duta Besar RI untuk Jepang dan Federasi Mikronesia Heri Akhmadi menyampaikan bahwa kehadiran Indonesia dalam pertemuan itu menunjukkan peran aktif dan kepemimpinan Indonesia dalam upaya penyelesaian bersama isu terkait air.

“Indonesia serius menangani isu perubahan iklim. Terkait isu air, Indonesia akan menjadi tuan rumah pelaksanaan The 10th World Water Forum (WWF-10) pada tahun 2024. KBRI Tokyo secara aktif akan bekerja sama dengan Jepang untuk menyukseskan perhelatan dunia tersebut di Bali,” kata Heri.

Di sela-sela pertemuan, Menteri Basuki berkesempatan untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Jepang, Tetsuo Saito. Keduanya sepakat untuk meningkatkan kerja sama upgrading bendungan di sejumlah wilayah di Indonesia. Selain itu dibahas pula kerja sama restorasi danau, dan upaya yang dapat dilakukan termasuk berbagi best-practices serta pengiriman pakar.

Menteri Basuki juga melakukan pertemuan dengan Presiden JICA di Tokyo untuk memperkuat kerja sama antara Indonesia – Jepang, khususnya terkait proyek yang tengah dilakukan oleh JICA di Indonesia.

Pertemuan 4th Asia-Pacific Water Summit berhasil mengadopsi Kumamoto Declaration, yang diharapkan dapat menjadi dokumen rujukan bagi penggulangan permasalahan terkait air di kawasan Asia-Pasifik. Pemerintah Jepang juga telah menyampaikan komitmen sebesar 500 miliar Yen untuk lima tahun ke depan, guna mengatasi permasalahan terkait air di kawasan Asia-Pasifik.

Selain menghadiri acara, Menteri Basuki juga melakukan peninjauan progres pembangunan kantor KBRI di Tokyo. Menteri Basuki berharap dengan adanya kerja sama ini bisa semakin mempererat hubungan.(Hs.Foto.KBRI Jepang)