Berwisata Sejarah di Museum Timah Indonesia

Bangka Belitung menyimpan sejarah panjang tentang tambang timah di Indonesia dan sejarah kemerdekaan. Bagi yang tertarik dengan perjalanan tambang timah dan kemerdekaan, agendakan wisata ke Museum Timah Indonesia (MTI) Muntok, di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung. Merupakan satu-satunya di Asia.

Museum Timah Indonesia ini menyediakan sembilan galeri di lantai satu museum. Galeri pertama dan kedua ialah lintas sejarah dan sosial budaya Muntok. Di dua galeri ini pengunjung bisa mendapatkan informasi tentang Kota Muntok mulai dari era kerajaan, saat dikuasai Belanda hingga menjadi bagian dari Indonesia. Selain itu ada juga replika mesin tenun untuk membuat kain khas Muntok.

Galeri lainnya adalah ruang Geologi dan Eksplorasi serta Galeri Tambang Darat dan Tambang Laut. Di ruang khusus ini dipamerkan peta pertambangan timah di dunia dan Indonesia, alat untuk mengukur kandungan timah, alat pemetaan wilayah, jenis-jenis timah mentah, dan alat eksploitasi timah.

Masih ada lagi Galeri Peleburan Timah mengenai sejarah peleburan logam dari masa ke masa. Disebutkan pula pada galeri itu tentang peleburan timah pertama di dunia yang terjadi di Turki pada 1.500 SM, ketika seseorang mencampurkan tembaga dan timah menjadi perunggu. Ruangan ini menjabarkan dengan detail dan gamblang proses peleburan bijih timah PT Timah Tbk dan beberapa sampel timah olahan siap jual.

Sedangkan Galeri Sarana Prasarana memamerkan foto-foto lama Kota Muntok tempo dulu termasuk peta Kota Tua Muntok. Terdapat Galeri Bung Karno menampilkan foto ketika Presiden RI Pertama itu dan kawan-kawan diasingkan ke Muntok. Termasuk miniatur Wisma Ranggam dan Wisma Menumbing, gedung tempat tokoh-tokoh tadi diasingkan di Muntok, berjarak sekitar 10 menit berkendara dari museum. 

Museum ini menjadi menarik karena disamping koleksinya tentang sejarah penambangan timah, gedungnya juga merupakan tempat bersejarah. Sebab dijadikan lokasi beberapa kali perundingan atau diplomasi antara pemimpin Republik yang diasingkan ke Bangka dengan Pemerintah Belanda dan UNCI (United Nations Commission for Indonesia). Sehingga lahirlah Roem-Royen Statement pada tanggal 7 Mei 1949 (delegasi Indonesia dipimpin oleh Mr. Moh. Roem dan delegasi Belanda dipimpin oleh H.J. Van Royen). Kemudian 10 tahun setelah itu, pada tahun 1959, bangunan ini dijadikan sebagai Museum Wisma Budaya.

Pengunjung Museum Timah Indonesia Muntok datang dari berbagai wilayah di Indonesia. Kunjungan paling banyak biasanya terjadi pada akhir pekan.  Museum sendiri buka setiap Sabtu hingga Kamis dari pukul 08.00-12.00 WIB dan pukul 13.00-16.00 WIB. Pengunjung tidak dipungut biaya saat memasuki museum. Tempat ini merupakan destinasi wisata sejarah dan edukasi yang layak dikunjungi. (VIA)

Related posts