Bingung Dengan Kombinasi Vaksin Booster Covid-19? Berikut Penjelasannya

Guna mencegah meluasnya Covid-19 varian Omricon, Pemerintah Indonesia bergerak cepat dengan memberikan vaksin dosis 3 atau booster.

Pemberian booster sendiri mulai dilakukan per-12 Januari dengan sasaran tenaga kesehatan,manula dan juga penduduk Indonesia berusia 18 tahun ke atas.

Kini yang jadi pertanyaan apakah vaksin booster yang akan diterima sama dengan vaksin 1 dan 2 yang sudah diterima. Menjawab pertanyaan tersebut Kementerian Kesehatan melalui Surat Edaran No. SR.02.06/II/408/2022, Kementerian Kesehatan menetapkan pelaksanaan Vaksinasi Program Dosis Lanjutan dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten/kota bagi masyarakat umum tanpa menunggu target capaian vaksinasi.

Melalui surat ini, Kementerian Kesehatan juga mengizinkan 5 kombinasi vaksin booster beserta dosisnya, diantaranya:

1.AstraZeneca +AstraZeneca= 1/2 dosis moderna.
Dijelaskan oleh Kemenkes bagi yang sudah 2 kali divaksin AstraZeneca, maka akan dikombinasikan dengan 1/2 dosis moderna sebagai booster.

” Kenapa 1/2 dosis? Karena Kenaikan respons imun antibodi netralisasi mencapai 12,99 kali setelah pemberian dosis booster homolog vaksin Moderna,” jelas Juru Bicara Kemenkes Siti Nadia Tarmizi.

2.AstraZeneca + AstraZeneca = 1 AstraZeneca
Penerima vaksin AstraZeneca untuk dosis 1 dan 2, bisa juga mendapatkan vaksin booster jenis AstraZeneca sebanyak 1 dosis. Menurut Siti Nadia Tarmizi, jenis AstraZeneca jika kembali bertemu AstraZeneca baru akan meningkatkan booster setelah dilakukan penyuntikan satu dosis,maka bagi mereka yang sudah disuntikkan 2 kali dosis AstraZeneca maka wajib disuntik 1 kali dosis untuk meningkatkan imunitas.

3.AstraZeneca + AstraZeneca = 1/2 dosis Pfizer
Senada dengan vaksin booster Moderna, mereka yang menerima vaksin dosis 1 dan 2 dengan jenis AstraZeneca akan mendapatkan 1/2 dosis Pfizer. Kenapa? Karena 1/2 dosis pfizer sudah mampu meningkatkan imunitas bagi mereka yang sudah divaksinasi AstraZeneca sebanyak 2 kali.

4.Sinovac + Sinovac = ½ dosis Pfizer
Bagi Anda yang menggunakan vaksinasi Sinovac, maka BPOM menganjurkan menggunakan 1/2 dosis Pfizer. Karena Sinovac sudah mampu melawan virus sehingga hanya dibutuhkan 1/2 Pfizer untuk menambah daya tahan tubuh.

5.Sinovac + Sinovac = 1/2 dosis Pfizer
Dosis yang sama juga Anda dapatkan jika memilih AstraZeneca. Yang menjadi alasannya adalah AstraZeneca berfungsi untuk membangkitkan kembali imunitas yang dibentuk oleh Sinovac. Seperti diketahui dalam jangka waktu 6 bulan, imunitas Sinovac akan kembali melemah,sehingga dibutuhkan vaksin kembali untuk membangkitkannya. “Dan setelah dilakukan penelitian, BPOM melihat AstraZeneca dan Pfizer cocok untuk membangkitkan kembali,” jelas Kepala BPOM Penny Lukita.

Terkait dosisnya yang hanya setengah,Penny menjelaskan bahwa 1/2 dosis sudah cukup untuk membangkitkan imunitas yang dibentuk Sinovac.(Hs.Foto.Kombik Kemenparekraf)