BMKG Imbau Pemerintah Daerah Siaga Hadapi Bencana Hidrometeorologi Basah pada November 2025

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati imbau masyarakat untuk mulai waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah/Foto Fifi Abdurahman Kepala BMKG Dwikorita Karnawati imbau masyarakat untuk mulai waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah/Foto Fifi Abdurahman

Jakarta, GPriority.co.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mulai waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah yang diperkirakan akan terjadi pada November 2025 mendatang.

Peringatan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BMKG Dwikorita Karnawati usai rapat kerja bersama Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Senin (13/10).

“Kami mohon mulai siaga untuk bencana hidrometeorologi basah ini, terutama ini masuk bulan November,” kata Dwikorita kepada wartawan.

Ia menambahkan, peringatan khusus diberikan untuk wilayah Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, yang kerap mengalami banjir bandang pada periode tersebut. 

“Biasanya di Sumatera Utara atau di beberapa wilayah, di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur ya, itu potensi banjir bandang yang sering menimbulkan korban jiwa sampai ratusan orang menjadi korban. Jadi perlu kesiapan-siapan berikutnya setelah Karhutla,” tuturnya.

Dwikorita menyebut, BMKG saat ini telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi basah tersebut. 

“Sudah dikoordinasikan mulai saat ini,” pungkas Dwikorita.

Apa itu bencana hidrometeorologi?

Berdasarkan situs BMKG, hidrometeorologi merupakan suatu fenomena bencana alam atau proses merusak yang terjadi di atmosfer (meteorologi), air (hidrologi), atau lautan (oseanografi) yang dapat menyebabkan hilangnya nyawa, cedera atau dampak kesehatan lainnya, kerusakan harta benda, hilangnya mata pencaharian dan layanan, gangguan sosial dan ekonomi, atau kerusakan lingkungan.

Contoh bencana hidrometeorologi yaitu tanah longsor, banjir, banjir bandang, kekeringan, kebakaran hutan, dan lahan, angin puting beliung, Gelombang pasang atau badai, dan abrasi. 

Bencana hidrometeorologi dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu bencana hidrometeorologi basah dan bencana hidrometeorologi kering:

Bencana Hidrometeorologi Basah 

Bencana hidrometeorologi basah merupakan bencana yang terjadi akibat adanya cuaca ekstrem, seperti hujan yang sangat lebat melebihi normalnya. Jenis bencana hidrometeorologi ini sering terjadi pada periode musim hujan. Kelompok bencana hidrometeorologi basah antara lain meliputi  banjir, tanah longsor, dan puting beliung.

Bencana Hidrometeorologi Kering

Bencana hidrometeorologi kering merupakan bencana yang terjadi akibat kelangkaan hujan atau karena dalam kurun waktu yang lama tidak terjadi hujan yang lazim disebut akibat kemarau panjang.

Jenis bencana hidrometeorologi ini sering terjadi pada periode musim kemarau. Kelompok bencana hidrometeorologi kering, antara lain adalah kekeringan, kebakaran hutan, kebakaran lahan.

Pewarta : Fifi Abdurahman