BMKG Ingatkan Hujan dengan Intensitas Sedang Hingga Lebat Sepekan Ini

Jakarta, Gpriority.co.id – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan mengguyur sebagian besar wilayah Indonesia dalam sepekan kedepan. Demikian prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Menurut Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani turunnya hujan dalam sepekan ini dikarenakan terdapat cuaca basah ini dipicu berbagai dinamika atmosfer.

Dalam keterangan tertulisnya, Andri menjelaskan, gabungan faktor dinamika atmosfer mendorong pertumbuhan awan hujan masif, lalu berpotensi memicu hujan lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang.

Lebih lanjut dikatakan, salah satu fenomena yang menonjol ialah Indeks Dipole Mode, yang sedang bernilai negatif, menandakan adanya aliran massa udara dari Samudra Hindia menuju Indonesia.

Sebelumnya, BMKG telah memprediksi lonjakan curah hujan akibat beberapa gejolak di atmosfer, seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), bibit siklon 90S dan 96W, juga sirkulasi siklonik. Termasuk adanya perlambatan dan pertemuan angin di sekitar Indonesia.

Berdasarkan analisis BMKG, pekan ini hujan sedang sampai lebat disertai petir dan angin kencang masih akan mengguyur sebagian besar wilayah Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, serta Papua. Adapun intensitas cuaca ini diperkirakan berkurang pada 14-16 Agustus nanti.

Seperti diketahui hampir sebagian besar wilayah DKI Jakarta diguyur hujan dengan berbagai intensitas sejak minggu malam (10/8) hingga Selasa (12/8). Tetangga DKI Jakarta, Bogor pun mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi sejak Sabtu sore (9/8). Hujan tersebut mengakibatkan banjir di sebagian wilayah Kabupaten Bogor juga Kota Depok.

BMKG juga mengingatkan hujan deras yang masih akan turun disertai petir, kilat dan angin di sejumlah wilayah Jawa Barat. Semua ini dipicu kombinasi beberapa faktor atmosfer yang lagi aktif di sekitar Jawa Barat. Mulai dari fenomena MJO, gelombang low frequency, sampai suhu laut yang hangat. Kondisi itu membuat pasokan uap air ke langit makin banyak, jadi awan besar lebih mudah terbentuk.

Hal yang sama juga masih akan terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia. Atas dasar itu BMKG mengingatkan masyarakat akan jalanan yang licin serta rawan longsor akibat hujan ekstrem, utamanya di pegunungan dengan curah hujan tinggi. Termasuk mewaspadai peningkatan tinggi gelombang laut di Samudra Hindia bagian barat Sumatera, selatan Jawa, Bali, Lombok, sampai Pulau Sumba.

Sementara dunia penerbangan juga diingatkan akan terganggu khususnya sekitar Sumatera, Banten, Jawa Barat, Selat Karimata, Laut Natuna, Kalimantan, Selat Makassar, serta Papua. BMKG menegaskan, perlunya setiap maskapai memperhatikan informasi dan peringatan dini lain menyangkut turbulensi dan gangguan penerbangan akibat awan cumulonimbus dan awan konvektif lain.

Foto : BMKG