BPBD DKI Imbau Warga Pesisir Waspadai Banjir Rob pada 3–11 November 

Momen banjir rob merendam pemukiman warga/Foto Istimewa Momen banjir rob merendam pemukiman warga/Foto Istimewa

Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau warga yang tinggal di wilayah pesisir Ibu Kota untuk mewaspadai potensi gelombang pasang air laut atau banjir rob selama delapan hari, mulai Senin (3/11) hingga Selasa (11/11).

BPBD DKI menjelaskan, wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Priok, serta Kepulauan Seribu.

Peringatan ini dikeluarkan berdasarkan informasi dari BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok, yang menyebutkan adanya fenomena pasang maksimum air laut bertepatan dengan fase Bulan Purnama dan Perigee, sehingga berpotensi meningkatkan ketinggian air laut dan memicu banjir pesisir di sejumlah wilayah Jakarta Utara.

“Kondisi tersebut dapat meningkatkan ketinggian air laut dan menyebabkan banjir pesisir di beberapa kawasan,” ucap Kepala Pelaksana BPBD DKI, Isnawa Adji, Senin (3/11).

Ia juga mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi dampak rob dengan cara mengamankan barang-barang penting, memastikan saluran air berfungsi baik, serta memantau informasi terkini mengenai kondisi gelombang laut melalui laman bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut.

Isnawa menambahkan, warga dapat segera menghubungi call center Jakarta Siaga 112 apabila terjadi keadaan darurat yang membutuhkan pertolongan.

“Apabila terjadi situasi darurat yang membutuhkan pertolongan, warga dapat segera menghubungi call center Jakarta Siaga 112,” pungkasnya.