Bupati Iksan Baharudin Kawal Tuntas Sektor Pertambangan Morowali

Bupati Iksan Baharudin Kawal Tuntas Sektor Pertambangan Morowali Bupati Iksan Baharudin Kawal Tuntas Sektor Pertambangan Morowali

Bungku, GPriority.co.id – Daerah Morowali, Sulawesi Tengah, erat dengan sektor pertambangannya. Menyikapi hal tersebut, Bupati Iksan Baharudin siap mengawal tuntas sektor pertambangan Morowali.

Saat dimintai keterangan oleh tim GPriority, Iksan memberi catatan, selagi perusahaan mengikuti regulasi pertambangan, pemerintahannya akan terus mendukung. Namun ia berharap dukungan ini juga hadir dari masyarakat Morowali.

Baginya, mengawal tuntas sektor pertambangan Morowali menjadi salah satu PR penting pada pemerintahannya. Seperti beberapa waktu lalu saat ia mendapat kritik dari masyarakat Bahodopi terkait kebisingan dan masalah-masalah turunan lainnya.

“Ini betul-betul menjadi PR pemerintah untuk mengawal tuntas. Jadi kemarin salah satunya contoh di daerah-daerah Bahodopi, ada masyarakat yang kritik karena urusan kebisingan dan lain sebagainya, itu langsung kita tindak. Alhamdulillah saya sudah lakukan pertemuan dan mendapat solusi, yang artinya kita tidak membiarkan. Kita akan selalu mendorong agar masyarakat tidak merasa terabaikan dengan hadirnya perusahaan-perusahaan itu,” ungkap Iksan.

Sinergi masyarakat sekitar dan perusahaan di sektor tambang yang mengelilingi, menjadi salah satu visi besarnya. Salah satu langkahnya yaitu melahirkan aura kabupaten atau tata kota, dari 10 kecamatan.

“Kita dalam anggaran perubahan ini sudah memikirkan untuk membuat tata kota. Bahodopi kita buat, kemudian Bungku Tengah juga kita buat, dan semua kecamatan-kecamatan yang lain kita masukkan dalam perencanaan dulu dalam perubahan. Kita bukan menahan anggaran, namun benar-benar memikirkan asas manfaatnya agar betul-betul menyasar kepada masyarakat,” ujarnya.

Disinggung soal kritik yang hadir, Iksan mengaku tak mempermasalahkan hal tersebut. Baginya, kritik yang datang justru akan membuat pemerintahannya semakin maju.

“Itu hal yang biasa. Yang penting itu kritik untuk membangun. Selama mengkritik untuk hal yang lebih baik, tidak masalah. Karena bagaimanapun, kita harus mendengar kritikan-kritikan tersebut,” tutupnya.

Foto : GPriority/Rizky Dimuharram