Bus Jemaah Haji Indonesia Kecelakaan di Madinah, 10 Orang Luka-Luka

Momen kecelakaan bus rombongan jemaah haji Indonesia di Madinah pada Rabu (29/4) waktu setempat/Foto : Dok. TikTok zain.shop1 Momen kecelakaan bus rombongan jemaah haji Indonesia di Madinah pada Rabu (29/4) waktu setempat/Foto : Dok. TikTok zain.shop1

Madinah, GPriority.co.id – Bus jemaah haji Indonesia asal Probolinggo, Jawa Timur, mengalami kecelakaan di kawasan Jabal Magnet (Mantika Baidha), yang terletak 60 km sebelah barat laut Kota Madinah, Arab Saudi, pada Rabu (29/4) waktu setempat.

Sebagaimana dilansir dari laporan CNN, insiden ini dikonfirmasi langsung oleh Ketua PPIH Surabaya, Asadul Anam. Berdasarkan keterangannya, kecelakaan ini melibatkan jemaah dari kloter 2 Embarkasi Surabaya (SUB 02).

Jemaah diketahui tengah mengikuti ziarah atau city tour yang diadakan oleh salah satu KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) asal Probolinggo. Kegiatan ini di luar agenda resmi haji.

Menurut Anam, kecelakaan terjadi diduga karena adanya kendaraan lain yang muncul secara tiba-tiba dari sisi jalan. Naasnya, sopir bus tidak mampu mengendalikan laju kendaraan hingga terjadi tabrakan.

Laporan menyebut, bagian depan bus mengalami ringsek dan kerusakan parah.

Sementara itu, berdasarkan laporan Dirjen Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, kecelakaan melibatkan bus JHI Kloter SUB-2 dan bus JHI Kloter JKS-1 saat perjalanan kembali setelah mengikuti kegiatan city tour Jabal Magnet. Heni mengonfirmasi, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

“10 orang korban luka, 7 orang dari JHI Kloter JKS-1 mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan dari tim kesehatan,” lapor Heni dalam keterangan tertulisnya.

Saat ini, jemaah diketahui telah kembali ke Hotel Andalus Golden. Sementara itu, untuk 3 korban lainnya yang berasal dari Kloter SUB-2, dua diantaranya sudah diperboleh kembali usai mendapat penanganan medis.

Sementara, satu orang jemaah yang diketahui berusia 60 tahun masih menjalani observasi medis di RS Al-Hayyat Quba.

Lebih lanjut dalam keterangannya, Heni memastikan jika Kemlu RI melalui KJRI Jeddah akan terus memantau kondisi para korban dan melakukan koordinasi dengan otoritas setempat, penyelenggara perjalanan, dan juga pihak-pihak terkait.