Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp4 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk memperbaiki 1.800 titik perlintasan kereta api di Indonesia.
Hal itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Ia menegaskan bahwa sumber pendanaan program tersebut berasal dari APBN.
“Ya kalau anggaran kan selalu sumbernya sama (APBN),” ujar Ailangga, dikutip dari Antara, Rabu (29/4).
Sementara itu, Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN, Dony Oskaria, mengatakan bahwa program perbaikan perlintasan kereta api menjadi bagian dari agenda pemerintah pada 2026, mengingat pentingnya aspek keselamatan.
“Itu (anggaran) dari pemerintah. Dari kami (BP BUMN) juga ada bujet juga, tapi dari pemerintah ini kan Kemenhub yang memang prasarana (perkeretaapian),” katanya.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan telah menyiapkan anggaran sekitar Rp4 triliun untuk memperbaiki 1.800 titik perlintasan kereta api di Pulau Jawa guna meningkatkan keselamatan transportasi publik.
“Kita perhitungkan sekitar hampir Rp4 T ya, Rp4 triliun. Demi keselamatan,” kata
Prabowo saat meninjau korban kecelakaan kereta api di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, Selasa (27/4).
la menuturkan, ribuan titik perlintasan tersebut merupakan warisan infrastruktur sejak masa kolonial Belanda yang telah puluhan tahun tidak mendapatkan penanganan menyeluruh.
Menurut Prabowo, langkah ini diambil karena masih banyak perlintasan kereta api yang belum dilengkapi penjagaan, sehingga rawan terjadi kecelakaan.
Untuk itu, ia menginstruksikan jajarannya agar segera menyelesaikan permasalahan tersebut melalui dua skema, yakni pembangunan pos jaga serta pembangunan jembatan layang (flyover).
