Jakarta, Gpriority.co.id – Kawasan Kota Tua Jakarta dinilai berpeluang dalam pengembangan koridor ekonomi kreatif (ekraf). Butuh kolaborasi semua stakeholder dalam pengembangannya.
Dalam kunjungan kerjanya ke Kawasan Kota Tua Jakarta pada Kamis (23/1), Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar mengatakan Kawasan Kota Tua Jakarta berperan penting sebagai titik awal pembangunan peradaban Kota Jakarta dan memiliki peluang dalam pengembangan koridor ekonomi kreatif.
Atas dasar itu pemerintah menginginkan kawasan ini lebih diperjuangkan para pelaku ekonomi kreatif agar berskala global sekaligus menghasilkan investasi. “Kita harus yakin bahwa pejuang ekraf punya mental baja bisa memajukan Kota Tua Jakarta sebagai bentuk investasi. Kota Tua ini sudah dilirik sejak lama jadi destinasi yang amat seksi sehingga mengingatkan kembali anak muda untuk terus berkreasi. Secara pondasi tradisi, Kota Tua sudah memiliki landmark yang harus dibuat aktivasinya,” ucap Irene.
Adapun konsep-konsep aktivasi kawasan yang bisa dilakukan menurutnya, seperti aktivasi kanal kali besar, atraksi air mancur, building immersive mapping, drone show, pop up market, mini concert, instalasi seni, board game jelajah batavia, aktivasi museum, dan spot fotografi.
Mantan Bankir ini juga menyebut pengembangan Kawasan Kota Tua Jakarta sebagai pemantik untuk aktivasi menghargai sejarah sehingga arsitektur ikonik tetap jadi aset yang menarik. Dirinya pun mengapresiasi kawasan Kota Tua Jakarta yang menjadi destinasi unggulan menuju momentum 500 Tahun Jakarta.
Pada kesempatan yang sama, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Teguh Setyabudi menyampaikan keinginan Pemprov DKI Jakarta agar Kawasan Kota Tua Jakarta tertata lebih baik lagi sebagai pusat budaya dan sejarah Indonesia.
“Sebagai pusat budaya dan sejarah Indonesia, kita berharap nantinya ke depan, Jakarta itu minimal sama atau syukur-syukur melebihi kota-kota, seperti Yogyakarta dan Bali. Karena, di sini juga begitu kaya akan budaya dan sejarah, apalagi Jakarta adalah miniatur Indonesia,” paparnya.
Diharapkan pula agar penataan Kawasan Kota Tua Jakarta bisa menjadi perhatian bersama. Pasalnya Pemprov DKI tidak dapat melakukannya sendirian mengingat banyak aset lahan dan bangunan di Kota Tua tak hanya milik Pemprov DKI Jakarta melainkan dimiliki juga oleh Kementerian, BUMN serta pihak swasta.
Pihaknya pun berencana akan menyampaikan laporan ke tingkat atas, suatu dewan atau lembaga yang khusus menata kawasan ini. “Apakah nanti di bawah Kementerian, Wapres atau Presiden. Sebab, di Kota Tua akan ada jalur ekonomi kreatif yang sangat luar biasa untuk kota Jakarta,” sebutnya.
Teguh menambahkan, Pemprov DKI Jakarta secara bertahap menata prasarana dan sarana pendukung untuk merealisasikan kawasan rendah emisi di Kawasan Kota Tua Jakarta sesuai amanat peraturan gubernur. “Diperlukan sinergi dan komitmen bersama untuk penataan di kawasan Kota Tua,” tegasnya.
Selain Wamen Ekraf, hadir dalam kunjungan kerja kali ini, Wamen Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan, Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif Yovie Widianto, serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.
Rombongan sempat menyambangi kafe House of Tugu di Jalan Kali Besar Barat. Kemudian dilanjutkan berkeliling menggunakan golf car menyusuri Kawasan Kota Tua Jakarta mulai dari Lokbin Kota Intan, Jembatan Kota Intan, Jalan Kali Besar Timur dan Museum Fatahillah.
Foto : Pemprov DKI Jakarta
