Jakarta, GPriority.co.id – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menyebut Jakarta sebagai “kanvas” tempat berkreasi bagi para pelaku ekonomi kreatif (ekraf), mengingat banyaknya ruang seni dan pertunjukan yang tersedia di ibu kota. Hal ini disampaikannya dalam acara Jakarta Future Festival yang digagas bersama Bappeda DKI Jakarta, Kementerian Ekraf, Karsa City Lab, Urun Daya Kota, dan Plus Jakarta.
“Bagi pejuang ekraf, Jakarta adalah sebuah ‘kanvas’ untuk berkreasi. Contohnya, saat kita ingin mengadakan seni pertunjukan tentu Taman Ismail Marzuki atau banyak gedung kesenian lain di Jakarta yang keren bisa digunakan,” ujar Irene dalam keterangan pers, Minggu (15/6).
Irene menambahkan, meski Jakarta akan genap berusia 498 tahun, kota ini tetap memiliki semangat muda yang dapat memunculkan banyak ide eksploratif. Menurutnya, sebagai kota kosmopolitan, Jakarta memiliki kehidupan 24 jam yang dinamis dengan keragaman budaya, etnis, dan ekonomi.
“Jakarta tak perlu takut untuk bereksperimen atau berinovasi. Kota ini penuh kreasi dari pagi sampai malam hari,” tambahnya.
Tahun ini, Jakarta Future Festival mengusung tema Collaborate to Elevate, dengan tujuan mendorong kolaborasi lintas sektor demi menjadikan Jakarta kota yang naik kelas secara inklusif, kreatif, dan progresif. Sesi pembuka Future Talk menghadirkan diskusi tentang pengembangan Jakarta sebagai kota inklusif dan berkelanjutan.
Kepala Bappeda DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania, menyatakan pentingnya membangun kreativitas sebagai fondasi menuju kota global. Ia menekankan bahwa hubungan antara warga dan kota Jakarta tidak bersifat transaksional, tetapi didorong oleh cinta dan keterikatan emosional.
“Hubungan Jakarta dengan warganya ternyata tak sepenuhnya transaksional, justru didorong oleh cinta. Kami ingin membangun kota dari organic relationship,” ujar Atika.
Sementara itu, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, menyampaikan bahwa menciptakan kota yang beragam dan berkelanjutan harus dimulai dari menghargai dan mencintai sesama manusia.
Founder & CEO Think Policy, Andhyta F. Utami, turut menyampaikan pentingnya memanfaatkan infrastruktur, ruang publik, dan menjalin kolaborasi dengan komunitas untuk mewujudkan masa depan Jakarta yang adil, inklusif, dan hidup.
Acara ini diharapkan menjadi wadah ide-ide segar dan kolaborasi strategis untuk membangun masa depan Jakarta sebagai kota global yang kreatif dan berkelanjutan.
