Jakarta, GPriority.co.id – Liburan sering dianggap sebagai momen terbaik untuk melepas penat. Namun, terlalu banyak rencana justru bisa membuat perjalanan terasa melelahkan dan penuh tekanan.
Alih-alih menikmati waktu, sebagian orang malah sibuk mengejar itinerary padat yang membuat liburan terasa seperti “tugas” baru. Padahal, kunci utama dari liburan yang berkualitas adalah keseimbangan antara aktivitas dan waktu istirahat.
Dilansir dari Hindustan Times, pakar perjalanan sekaligus CEO JourneyLabel, Yasmin Ikrami, membagikan sejumlah tips sederhana agar liburan tetap santai dan menyenangkan.
Menurut Yasmin, pengalaman liburan yang berkesan tidak ditentukan oleh banyaknya tempat yang dikunjungi, melainkan bagaimana seseorang menikmati setiap momen perjalanan.
“Perjalanan yang tenang berasal dari memberi diri Anda izin untuk memperlambat tempo. Ketika perjalanan terasa tidak terburu-buru, perjalanan tersebut terasa lebih nyata, lebih menyenangkan, dan jauh lebih menyegarkan,” kata Yasmin.
Salah satu hal penting yang sering diabaikan adalah persiapan menjelang keberangkatan. Ia menyarankan agar tidak memaksakan diri menyelesaikan banyak hal di hari terakhir sebelum liburan.
“Sehari tanpa tugas sebelum perjalanan memungkinkan seseorang untuk bersantai, berkemas terlebih dahulu, dan menyelesaikan tanggung jawab kecil,” katanya.
Selain itu, Yasmin mengingatkan agar tidak terlalu ambisius di hari pertama liburan. Setelah perjalanan panjang, tubuh memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan baru.
Ia menyarankan aktivitas ringan seperti beristirahat, membongkar barang, atau berjalan santai agar tubuh tidak langsung kelelahan.
Tak hanya itu, mengurangi interaksi dengan perangkat digital juga menjadi kunci penting. Notifikasi yang terus masuk hingga kebiasaan scrolling media sosial bisa mengganggu fokus dan ketenangan selama liburan.
“Jauhkan ponsel Anda saat makan atau berjalan-jalan agar lebih hadir di momen tersebut,” katanya.
Dalam menyusun itinerary, keseimbangan menjadi faktor utama. Agenda yang terlalu padat tanpa jeda justru berpotensi membuat tubuh dan pikiran cepat lelah. Karena itu, penting untuk menyisakan waktu kosong di sela aktivitas.
Dengan ritme perjalanan yang lebih santai, pengalaman liburan pun akan terasa lebih bermakna.
Sebagai penutup, Yasmin menekankan pentingnya mencari suasana yang tenang untuk membantu memulihkan kondisi mental dan emosional, seperti menikmati pagi hari, berjalan santai, atau sekadar duduk menikmati suasana sekitar.
“Liburan tanpa stres jarang sekali tentang rencana perjalanan yang sempurna; liburan tersebut berasal dari pilihan yang bijaksana dan tempo yang santai,” kata Yasmin.
Pada akhirnya, liburan bukan sekadar menyelesaikan daftar destinasi, tetapi bagaimana seseorang benar-benar hadir dan menikmati setiap momen tanpa tekanan.
