Jakarta, GPriority.co.id – Peningkatan kadar kolesterol, khususnya low density lipoprotein (LDL) atau kolesterol “jahat”, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung hingga stroke jika tidak dikendalikan dengan baik.
Selain pengobatan medis, sejumlah suplemen makanan disebut dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah sekaligus mendukung kesehatan jantung secara menyeluruh.
Dikutip dari Hindustan Times, dokter Kunal Sood mengungkapkan beberapa jenis suplemen yang terbukti membantu menurunkan LDL, meningkatkan metabolisme lemak, serta menjaga fungsi kardiovaskular.
Menurutnya, suplemen seperti asam lemak omega-3, ekstrak bawang putih, sterol tumbuhan, dan teh hijau dapat menjadi pilihan alami untuk mengontrol kadar kolesterol.
Berikut empat suplemen yang direkomendasikan:
1. Asam lemak omega-3
Asam lemak omega-3, khususnya eicosapentaenoic acid (EPA) dan docosahexaenoic acid (DHA), diketahui mampu menurunkan kadar trigliserida dengan cara mengurangi produksi Very Low Density Lipoprotein (VLDL) di hati serta meningkatkan pembuangannya dari darah.
“Studi menunjukkan penurunan sekitar 20–30 persen trigliserida, yang membantu memperbaiki metabolisme lipida dan risiko kardiovaskular,” kata Dr. Sood, lalu menambahkan, suplemen lemak esensial ini juga mendukung metabolisme lemak secara keseluruhan.
2. Ekstrak bawang putih
Bawang putih mengandung allicin, senyawa aktif yang berperan dalam menekan produksi kolesterol di hati. Dalam bentuk ekstrak, kandungan ini dapat membantu menurunkan kadar kolesterol total maupun LDL, terutama pada individu dengan kadar tinggi.
Dr. Sood menjelaskan bahwa senyawa seperti allicin dan S-allyl-cysteine bekerja dengan menghambat enzim HMG-CoA reductase yang berperan dalam pembentukan kolesterol.
3. Teh hijau
Teh hijau dikenal kaya akan katekin, antioksidan kuat yang mampu mengurangi penyerapan kolesterol di usus serta menghambat pembentukannya di hati.
“Katekin dalam teh hijau, terutama EGCG, dapat mengurangi penyerapan kolesterol dan menghambat sintesisnya di hati. Analisis studi menunjukkan penurunan moderat namun konsisten pada LDL dan kolesterol total,” kata Dr. Sood.
4. Sterol tumbuhan
Sterol tumbuhan memiliki struktur yang mirip dengan kolesterol sehingga dapat bersaing dalam proses penyerapan di usus.
Dengan mekanisme tersebut, jumlah kolesterol yang masuk ke dalam aliran darah menjadi berkurang, sekaligus meningkatkan pembuangannya melalui sistem pencernaan.
“Ini mengurangi jumlah kolesterol yang masuk ke sirkulasi dan meningkatkan pembuangannya melalui feses. Meta-analisis menunjukkan asupan sekitar 0,6 hingga 3,3 gram per hari mengurangi kolesterol LDL sekitar enam hingga dua belas persen,” kata Dr. Sood.
Meski demikian, penggunaan suplemen tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu. Konsultasi dengan tenaga medis dianjurkan agar manfaat yang diperoleh optimal dan risiko efek samping dapat dihindari.
