Jakarta, GPriority.co.id- Provinsi Papua Barat Daya saat ini berada di zona hijau, bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Demam Babi Afrika (ASF).
Dua penyakit tersebut dapat menyebabkan kerugian besar pada sektor peternakan.
Meski demikian, pemerintah setempat mengimbau kewaspadaan tinggi untuk mempertahankan status zona hijau ini.
Salah satu langkah penting yang diambil adalah penutupan akses ekspor babi dari luar wilayah Papua Barat Daya.
Kebijakan ini bertujuan untuk mencegah masuknya penyakit ASF yang sedang mewabah di Kabupaten Nabire, Papua.
ASF kini sudah menyebar di beberapa daerah di Kabupaten Nabire dan mengancam kesehatan ternak babi di wilayah tersebut.
Menurut Dokter Hewan sekaligus Pejabat Otoritas Veteriner (POV) Provinsi Papua Barat Daya, Firdiana Krisnaningsih kebijakan penutupan akses ekspor babi dari luar wilayah Papua Barat Daya adalah langkah preventif yang sangat penting.
“Kami menutup lalu lintas ekspor babi dan produk ternak lainnya dari luar Papua Barat Daya untuk menghindari penyebaran ASF yang sudah ada di Papua, khususnya Nabire,” ujarnya kepada TribunSorong.com, Senin (16/12).
Firdiana menegaskan, meskipun di Papua Barat Daya saat ini belum ada kasus ASF atau PMK, pihaknya bekerja keras untuk memastikan wilayah ini tetap terbebas dari kedua penyakit tersebut.
“Kami harus menjaga status zona hijau ini dengan ketat, karena Papua Barat Daya belum tercemar penyakit ASF dan PMK,” tambahnya.
Berdasarkan data yang ada, penyakit ASF sudah menyebar di wilayah Papua Barat, sehingga untuk menghindari penularan, tidak ada lagi pengiriman babi atau produk ternak dari Papua Barat ke Papua Barat Daya.
Sebagai alternatif, untuk memenuhi kebutuhan konsumsi daging babi di Papua Barat Daya, Firdiana menyarankan agar pasokan daging babi diambil dari peternak lokal yang ada di wilayah tersebut.
“Untuk saat ini, kami bergantung pada peternak lokal di Papua Barat Daya untuk memenuhi kebutuhan daging babi di provinsi ini,” jelasnya.
Langkah tegas ini diharapkan dapat mencegah masuknya penyakit ASF dan PMK ke wilayah yang masih bebas dari kedua penyakit tersebut.
Pemprov Papua Barat Daya mengajak seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kesehatan ternak demi keberlanjutan sektor peternakan di wilayah tersebut.
