Jakarta, GPriority.co.id – Meskipun memiliki citra ramah lingkungan, sedotan kertas mungkin bukan solusi ramah lingkungan yang diharapkan banyak orang.
Penelitian terbaru dari Universitas Antwerp, mengungkapkan bahwa sedotan kertas, yang disebut-sebut ramah lingkungan, mengandung bahan kimia selamanya dalam jumlah rendah, yang juga dikenal sebagai zat poli dan perfluoroalkil (PFAS).
Dalam studi komprehensif, peneliti menguji 39 merek sedotan berbeda yang terbuat dari plastik, kertas, kaca, bambu, dan baja tahan karat.
Yang mengejutkan, PFAS terdeteksi di hampir semua bahan sedotan. Sehingga meningkatkan kekhawatiran mengenai dampak buruk untuk penggunaannya secara berkelanjutan.
Namun ada satu bahan sedotan yang ternyata bebas PFAS. Yaitu, baja tahan karat (stainless steel) yang muncul sebagai satu-satunya bahan sedotan yang bebas dari kontaminasi PFAS.
PFAS, sekelompok bahan kimia sintetis yang ditemukan di berbagai produk, dapat bertahan di lingkungan selama berabad-abad. Penguraian zat-zat ini secara perlahan menentang persepsi bahwa sedotan tertentu dapat terurai.
Meskipun dampak kesehatan dari paparan PFAS tingkat rendah belum sepenuhnya dipahami, potensi risiko yang terkait dengan bahan kimia yang bertahan lama ini semakin mengkhawatirkan.
Para peneliti menekankan perlunya alternatif bebas PFAS, karena zat ini dapat terakumulasi di lingkungan dan tubuh hewan, sehingga menimbulkan potensi risiko kesehatan jangka panjang.
Bahkan setelah digunakan, polutan PFAS dari sedotan dapat bertahan, baik melalui daur ulang, pembuangan TPA (sampah), atau pembakaran.
Foto : Biogone
