Cyrtodactylus Pecelmadiun: Jenis Tokek Baru yang Ditemukan BRIN di Jawa Timur

Cyrtodactylus Pecelmadiun: Jenis Tokek Baru yang Ditemukan BRIN di Jawa Timur Cyrtodactylus Pecelmadiun: Jenis Tokek Baru yang Ditemukan BRIN di Jawa Timur

Jakarta, GPriority.co.id – Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah menemukan spesies tokek jari bengkok, bernama ‘Cyrtodactylus pecelmadiun’, di Jawa Timur seperti dilansir dari akun Instagram @brin_indonesia.

Uniknya, jenis tokek baru itu dinamai berdasarkan hidangan lokal pecel madiun. Tokek berwarna cokelat tua ini ditemukan di daerah perkotaan seperti tanggul jembatan dan kebun desa di Maospati dan Mojokerto.

Tokek ini dapat beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda dan biasanya hidup tidak lebih dari 40 sentimeter di atas tanah. Penemuan ini menyoroti keanekaragaman hayati Jawa yang tersembunyi, karena para ilmuwan telah mempelajari spesies Cyrtodactylus sejak era kolonial Belanda.

Cyrtodactylus pecelmadiun memiliki ciri-ciri unik seperti sisik tubuh tidak beraturan, 28–34 baris sisik perut, dan pori-pori kecil pada jantan. Secara genetik, ia berkerabat dekat dengan Cyrtodactylus petani,” spesies yang umum ditemukan di wilayah Sunda Kecil.

Penelitian yang dipublikasikan di Zootaxa ini menambah pemahaman tentang spesies tokek Jawa, melanjutkan penelitian yang sudah dilakukan sejak 1831.

5 Mitos Tentang Tokek, Mana yang Sering Anda Dengar?

Uniknya, hewan tokek memiliki mitos yang berbeda-beda di setiap negara. Namun pada umumnya, terdapat lima mitos tentang tokek di Indonesia.

Pertama, Di beberapa daerah, suara tokek dianggap sebagai tanda keberuntungan hingga bisa mendatangkan rezeki bagi seseorang yang mendengarnya secara terus-menerus.

Kedua, tokek dianggap sebagai jelmaan makhluk gaib atau peliharaan makhluk halus. Ada cerita yang mengatakan bahwa tokek besar yang bersembunyi di rumah bukan sekadar hewan biasa, melainkan penjaga gaib rumah tersebut.

Ketiga, tokek terutama yang berukuran besar, sering dikaitkan dengan khasiat obat. Beberapa orang percaya bahwa daging atau organ tokek bisa digunakan sebagai obat untuk berbagai penyakit, termasuk asma dan penyakit kulit.

Keempat, membunuh tokek dianggap membawa sial atau kutukan. Jika seseorang membunuh tokek tanpa alasan, dipercaya akan mengalami kesialan atau diganggu makhluk halus.

Terakhir, tokek bisa digunakan dalam praktik ilmu hitam. Ada yang percaya bahwa darah atau bagian tubuh tokek bisa digunakan dalam ritual tertentu untuk menarik kekayaan atau ilmu kebal.

Editor: Novita Intan

Foto : Instagram/@brin_indonesia