Daftar New Media yang Direkrut Bakom, Ada Folkative hingga USS Feeds

Ilustrasi sosial media. Foto: istimewa Ilustrasi sosial media. Foto: istimewa

Jakarta, GPriority.co.id -Pemerintah melalui Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) menggandeng puluhan platform media populer yang selama ini dikenal dekat dengan generasi muda.

Kolaborasi besar bersama jaringan New Media Forum resmi dibentuk untuk memperluas penyebaran informasi sekaligus menekan hoaks di media sosial.

Platform yang dirangkul bukan hanya akun hiburan biasa, tetapi media digital dengan jutaan pengikut dan pengaruh besar terhadap opini publik di internet.

Kepala Bakom RI, Muhammad Qodari, mengatakan kekuatan New Media saat ini sudah tidak bisa dipandang sebelah mata karena mampu menghasilkan miliaran tayangan setiap bulan.

Berdasarkan data Bakom RI, sejumlah platform digital yang kini menjadi mitra komunikasi pemerintah berasal dari berbagai segmen, mulai dari gaya hidup, edukasi, hiburan, hingga komunitas khusus.

Untuk kategori media informasi umum dan gaya hidup, pemerintah menggandeng Folkative, Indozone, Dagelan, Infipop, USS Feeds, dan Volix.

Sementara pada sektor edukasi dan pengetahuan, terdapat platform seperti Kok Bisa, Ngomongin Uang, Big Alpha, Goodstats, hingga Menjadi Manusia yang ikut masuk dalam jaringan kolaborasi tersebut.

Bakom RI juga merangkul sejumlah komunitas digital dengan segmentasi spesifik seperti Bapak-bapak ID, Taubatters, Pandemictalks, Kawan Hawa, serta Mahasiswa dan Jakarta.

Di bidang hiburan dan industri kreatif, beberapa nama yang turut bergabung antara lain Indomusikgram, Creativox, CXO Media, Melodi Alam, dan Proud Project.

Menurut Qodari, keterlibatan platform-platform digital tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menyesuaikan pola komunikasi dengan perubahan perilaku masyarakat yang kini lebih aktif di ruang digital dibanding media konvensional.

“Kehadiran teman-teman New Media mencerminkan upaya Bakom untuk menjangkau publik seluas-luasnya,” ujar Qodari.

Melalui kerja sama ini, pemerintah berharap proses verifikasi informasi dapat berjalan lebih cepat sehingga penyebaran hoaks dan disinformasi di media sosial bisa ditekan.

Bakom RI juga menegaskan akan terus melakukan pembinaan terhadap media digital yang tergabung dalam New Media Forum agar kualitas konten, termasuk prinsip keberimbangan informasi, semakin mendekati standar media konvensional.