Diella, Menteri AI Pertama Dari Albania Untuk Cegah Korupsi

Diella, Menteri AI pertama dari Albania/Foto : Dok. Albania 24 News Diella, Menteri AI pertama dari Albania/Foto : Dok. Albania 24 News

Albania, GPriority.co.id – Pemerintah Albania melalui Perdana Menteri (PM) Edi Rama, membuat gebrakan baru yang mengejutkan dunia. Dirinya menunjuk bot AI sebagai menteri.

Bot AI tersebut diberi nama Diella, dan diberi tugas menjadi menteri yang mengawasi proses pengadaan barang dan jasa di Albania, sebagaimana dikutip dari politicio.eu.

Nantinya tanggung jawab pemenang tender akan dialihkan secara bertahap dari kementerian kepada sistem AI. Selain itu, keputusan pengadaan publik dapat dilakukan secara objektif tanpa adanya konflik kepentingan.

Pemerintah Albania meyakini jika penunjukan AI sebagai menteri dapat menghapus praktik korupsi pada sistem tender publik di negaranya.

Diella sendiri memiliki arti matahari. Sebelumnya ia hadir sebagai asisten digital pada platform e-Albania pada awal tahun 2025. Sosok tersebut memiliki tampilan avatar wanita dengan berbusana tradisional Albania, dan membantu masyarakat untuk mengakses dokumen publik.

Ditunjuknya Diella menjadikan Albania sebagai negara yang pertama kali menunjuk AI sebagai menteri. PM Rama mengatakan, Diella merupakan anggota kabinet pertama yang tak hadir secara fisik. Kendati demikian, dirinya tetap membantu mewujudkan Albania sebagai negara yang tender publiknya 100 persen bebas korupsi.

Perlu diketahui, tender terkait pengadaan barang dan jasa sudah menjadi sumber skandar di negara Albania sejak lama. Negara tersebut juga disebut sebagai pusat pencucian uang karena hasil perdagangan narkoba serta senjata.

Alhasil, Albania pun memiliki hambatan besar untuk bergabung dengan Uni Eropa. Kehadiran Menteri AI Diella diharapkan dapat membersihkan praktik korupsi pada sistem tender di negara tersebut. PM Edi Rama pun berharap negaranya dapat bergabung di Uni Eropa pada 2030 mendatang.

Kendati demikian, penunjukkan Diella sebagai menteri juga mendapat kritik dari sejumlah pihak. Tak sedikit yang meragukan efektivitas kinerja Menteri AI tersebut. Pasalnya, sistem AI disebut rawan dimanipulasi tanpa adanya pengawasan yang ketat dari manusia.

Terlebih lagi, saat ini Pemerintah Albania juga belum merinci sejauh mana pengawasan manusia pada tugas Diella. Namun, PM Rama meyakini jika penggunaan AI dapat menjadi terobosan yang penting guna memperbaiki citra negaranya.