Jakarta, GPriority.co.id – Dirjen Asia Pasifik dan Afrika, Abdul Kadir Jailani, menghadiri press briefing terkait agenda INASCA Forum 2024, Jumat (20/9).
Usai agenda berakhir, Dirjen Abdul Kadir pun menghampiri wartawan dan buka suara terkait konflik Palestina-Israel yang belum menemukan titik terang hingga saat ini.
Dirjen Abdul Kadir berharap, segala bentuk kekerasan yang dilakulan Israel, dapat segera dihentikan.
“Saya berharap, segala bentuk kekerasan harus dihentikan. Kemudian kedua, Israel harus mematuhi segala ketentuan-ketentuan hukum internasional, terutama hukum maniter, dan yang lebih penting lagi adalah bagaimana menghentikan kekerasan di gaza. Karena kekerasan di gaza itu masalah besar. Kita juga mendorong agar upaya gencatan senjata segera dilakukan walaupun tidak mudah,” jelasnya.
Selain gencatan senjata, Abdul berharap bantuan kemanusiaan juga dapat terus disalurkan. Meskipun harus melewati tantangan, Abdul berharap kedepannya ada akses yang lebih luas untuk memberikan bantuan kemanusiaan ke Gaza, Palestina.
“Terakhir adalah bagaimana kita dapat mewujudkan perdamaian yang lebih abadi di Timur Tengah, dan two state solutions tercapai,” ujarnya.
Terkait WNI yang berada di wilayah konflik, Abdul mengatakan jika pemerintah Indonesia memiliki komitmen yang sangat besar untuk melindungi semua warga negara Indonesia. Termasuk mereka yang berada pada wilayah yang berpotensi konflik.
Saat ditanya soal isu terkait menggantikan Retno Marsudi sebagai Menteri Luar Negeri yang baru di kabinet Prabowo-Gibran, Dirjen Abdul pun angkat bicara.
“Repot ini. Ada pertanyaan lain lagi?,” ujar Abdul sembari menggelengkan kepala dan menunjukan gestur tangan enggan menjawab.
Foto : GPriority/Nindya Farhah Azzahrah
