Jakarta, GPriority.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menyebut kasus ISPA (infeksi saluran pernapasan) di Ibu Kota semakin meningkat.
Menurut data Dinkes DKI Jakarta, ada 1.966.308 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Jakarta sejak Januari hingga Oktober 2025. Sebagaimana dikutip dari laporan ANTARA pada Jumat (24/10), lonjakan kasus mulai terlihat sejak Juli 2025.
“Total kasus ISPA merupakan penyakit dengan jumlah kunjungan tertinggi di Puskesmas karena penularannya dapat terjadi dengan sangat mudah melalui percikan droplet maupun partikel aerosol di udara,” ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, di Jakarta.
Ani menjelaskan, peningkatan kasus ISPA dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti polusi udara dan fenomena musim kemarau basah tahun ini. Kedua hal itu, kata dia, bisa menurunkan daya tahan tubuh masyarakat dan memperbanyak jumlah agen biologis penyebab infeksi saluran pernapasan di lingkungan sekitar.
Sementara itu, sebelumnya peneliti BRIN, Muhammad Reza Cordova menemukan bahwa air hujan di Jakarta mengandung partikel mikroplastik berbahaya yang dihasilkan oleh aktivitas manusia di kota tersebut.
Partikel-partikel ini terbentuk dari penguraian sampah plastik di udara yang disebabkan oleh aktivitas perkotaan sehari-hari, sebagaimana dilansir dari laporan ANTARA pada Minggu (19/10).
“Mikroplastik ini berasal dari serat sintetis pada pakaian, debu dan ban kendaraan, pembakaran sampah plastik, dan plastik yang terdegradasi di ruang terbuka,” kata Reza.
Ia menjelaskan bahwa sebagian besar partikel yang ditemukan adalah pecahan plastik kecil dan serat sintetis yang terbuat dari polimer seperti poliester, nilon, polietilena, polipropilena, dan polibutadiena, yang terakhir umumnya ditemukan pada ban kendaraan.
