Dirjen Perumahan: Ada 70-80 Persen Perumahan Non Formal yang Siap Digarap

Sejak dilantik oleh Menteri PUPR beberapa waktu lalu, Direktur Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Iwan Suprijanto  langsung melaksanakan rapat pimpinan di lingkungan Direktorat jenderal Perumahan bersama para pejabat terkait serta melakukan koordinasi internal untuk melihat progress dan hasil pembangunan yang telah dilaksanakan selama ini. Selain itu juga melaksanakan monitoring dan evaluasi serta menyusun prognosis rencana pembangunan perumahan tahun 2022 mendatang.

“Saya siap bekerja untuk perumahan dan no welcome drink langsung kerja. Setelah dilantik kemarin saya  langsung melakukan rapat pimpinan untuk evaluasi apa yang sudah dicapai hingga akhir 2021 ini, Sejumlah pekerjaan yang belum selesai harus diselesaikan dengan baik dan memanfaatkan peluang yang ada karena masyarakat sangat membutuhkan bantuan perumahan dari pemerintah,” terangnya.

Ke depan, imbuh Iwan, Direktorat Jenderal Perumahan ingin memastikan bahwa hasil pembangunan rumah untuk masyarakat di lapangan memiliki kualitas yang baik. Selain itu, pihaknya juga akan menyusun prioritas program perumahan agar program perumahan yang direncanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan penerima bantuan.

Ke depan, Iwan mengaku akan melakukan konsolidasi serta mengajak para pegawai Ditjen Perumahan untuk memiliki pola pikir atau mind set bukan hanya membangun hunian saja tapi bagaimana manfaatkan potensi bidang perumahan lainnya. Dirinya juga meminta di akhir tahun anggaran 2021 ini agar pegawai tetap kerja dengan baik an meniatkan diri saat bekerja sebagai langkah ibadah dan menghindari kegiatan tercela serta menjaga nama baik institusi Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR.

Menurutnya masih ada potensi perumahan yang haus digarap yakni pembangunan rumah nonformal sekitar 70 hingga 80 persen dari total target pembangunan.

“Saat ini pemerintah hanya mampu memenuhi sekitar 20 persen pembangunan perumahan formal melalui APBN. Ke depan potensi perumahan non formal masih cukup besar sekitar 70 hingga 80 persen dan itu harus segera digarap dengan baik karena sangat dibutuhkan masyarakat,” tandasnya.

Iwan Suprijanto juga menyadari pembangunan perumahan di Indonesia sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Untuk itu dirinya mengaku bukan manusia super yang bisa bekerja sendiri namun memerlukan dukungan dari seluruh pihak baik pegawai maupun mitra kerja perumahan untuk membentuk tim kerja yang kompak untuk melaksanakan tugas pembangunan perumahan.

“Saya bukan Superman. Tapi saya ingin semua pihak khususnya semua pegawai Ditjen Perumahan yang ada di pusat dan Balai, Satker, PPK di daerah termasuk mitra kerja perumahan untuk membentuk super team perumahan yang kompak,” tutur Iwan Suprijanto

Untuk mewujudkan hal tersebut, imbuhnya, dirinya memerlukan dukungan dari berbagai pihak untuk melaksanakan tugas penyediaan rumah untuk masyrakat khususnya Program Sejuta Rumah. Untuk itu, dirinya membuka diri untuk menerima berbagai masukan dari berbagai pihak untuk mendorong pembangunan rumah untuk masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke.(Hs.Foto.Bagian Hukum dan Kombik Ditjen Perumahan PUPR)

 

Related posts