New York, Gpriority.co.id – MTV (Music Television) yang terkenal pada dekade 1980-2000 dengan pop culture Amerika dan dunia bakal tutup lima saluran musiknya, termasuk MTV Music, mulai tanggal 31 Desember 2025. Beralihnya penonton ke platform digital menjadi penyebabnya.
Pengumuman resmi tutupnya MTV lima saluran musik disampaikan oleh Paramount Global pada 14-16 Oktober 2025. Mereka mengumumkan penutupan efektif mulai 31 Desember 2025, karena perubahan perilaku penonton ke platform digital dan penghematan biaya.
Menurut Paramount Global penonton saluran MTV dan channel musik sejenis turun drastis karena orang sekarang lebih suka streaming dan nonton YouTube atau platform digital lain. Jadi, penurunan penontonnya signifikan hingga bikin mereka tutup saluran TV-nya.
Hingga kini belum ada pengumuman resmi kalau MTV bakal beralih ke siaran digital langsung dari Paramount Global. Mereka fokus tutup saluran TV linear karena penonton sudah pindah ke streaming dan platform digital seperti YouTube. Walau demikian, brand MTV tetap eksis lewat reality show dan platform digital seperti Paramount+.
Kantor MTV di beberapa negara lain kemungkinan besar juga terdampak penutupan saluran TV-nya, karena keputusan Paramount Global bersifat global untuk channel musik mereka. Termasuk MTV Indonesia dan beberapa negara lain juga bakal terdampak penutupan lima saluran musiknya per 31 Desember 2025, menyusul penutupan yang dimulai di Inggris dan negara Eropa. Namun kantor yang mengurus konten digital atau lokal bisa tetap jalan.
MTV adalah salah satu jaringan kabel yang dimiliki dan dioperasikan oleh Paramount Global melalui divisi Paramount Media Networks. MTV juga bagian dari portofolio besar Paramount, yang juga mencakup Nickelodeon, Comedy Central, dan lainnya. Era keemasan MTV sendiri berada pada tahun 1980-an sampai awal 2000-an, saat MTV jadi ikon musik dan budaya pop global dengan video klip, acara musik, dan reality show yang hits.
TV segmented di Amerika lainnya juga mengalami penurunan penonton karena orang beralih ke streaming dan aplikasi seperti YouTube. Meski begitu, iklan di TV linear masih besar karena bisa target audiens lebih spesifik dengan data. Walau penonton TV kabel dan siaran turun, peluang tetap ada lewat iklan yang lebih terarah dan kombinasi TV dengan platform digital.
Salah satu TV segmented yang juga terdampak akan perkembangan platform digital adalah HBO. HBO memang merasakan perubahan, tapi mereka berhasil beradaptasi dengan fokus ke streaming lewat HBO Max yang terus berkembang. Jadi penonton TV kabel HBO turun, tapi jumlah pelanggan streamingnya naik pesat dan mereka tetap kuat.
Foto : Istimewa
