Jakarta, GPriority.co.id – Presiden AS Donald Trump kembali menarik perhatian dengan pernyataan yang mengklaim bahwa ia akan kembali operasikan Penjara Alcatraz, yang merupakan penjara terkejam dan terketat di AS.
Sebagai informasi, Penjara Alcatraz merupakan bekas penjara yang terletak di sebuah pulau dekat San Francisco. Fasilitas itu pernah menjadi rumah bagi beberapa penjahat paling terkenal dalam sejarah Amerika, termasuk Al Capone, George “Machine Gun” Kelly, dan James “Whitey” Bulger.
Penjara Alcatraz ditutup pada 1963 setelah muncul kekhawatiran mengenai kondisinya yang memburuk dan biaya operasional yang tinggi. Melalui sebuah postingan di Truth Social pada hari Minggu (5/5) lalu, Trump mengatakan bahwa pembukaan kembali penjara itu akan menjadikannya sebagai “simbol Hukum, Ketertiban, dan KEADILAN.”
Ia kemudian menggambarkan gagasan itu sebagai saran yang tidak disengaja, setelah diskusi hukum tentang perlindungan hak proses hukum bagi para migran yang dideportasi.
Biro Penjara Federal mencatat bahwa Alcatraz hampir tiga kali lebih mahal untuk dikelola daripada penjara federal lainnya. Penutupannya diperintahkan oleh Jaksa Agung saat itu, Robert F. Kennedy.
Saat ini, situs tersebut adalah museum yang dikelola oleh National Park Service, yang menarik lebih dari 1,4 juta pengunjung setiap tahunnya.
5 Kisah Seram di Penjara Alcatraz
Selain dikenal sebagai penjara paling kejam di AS, banyak juga kisah seram yang bermunculan di Penjara Alcatraz. Pertama, banyak pengunjung dan penjaga yang mendengar suara-suara aneh seperti jeritan, tangisan, ataupun suara rantai yang diseret lorong-lorong kosong.
Selain itu, Sel Blok D dikenal sebagai tempat tahanan paling brutal dan berhantu di penjara ini. Seorang tahanan yang ditempatkan Sel D-14 dilaporkan menjerit ketakutan sepanjang malam, hingga ditemukan tewas pada keesokan harinya.
Hantu Al Capone juga masuk daftar cerita kisah seram di Penjara Alcatraz. Semasa hidupnya, Al Capone merupakan seorang bos mafia terkenal yang hobi bermain banjo sendirian di kamar mandi. Beberapa pengunjung mengaku masih suka mendengar suara banjo, meski tak ada orang di dalam kamar mandi tersebut.
Selain itu, beberapa saksi mata juga mengaku melihat sosok bayangan yang berjalan di lorong, terutama saat malam hari. Sosok tersebut digambarkan sebagai pria yang memakai seragam penjara, dan hilang secara tiba-tiba.
Terakhir, tiga tahanan melarikan diri dari Alcatraz pada 1962. Mereka kemudian menggali dinding sel dan melarikan diri ke laut. Sejak saat itu tubuh mereka tak pernah ditemukan, hingga banyak yang percaya jika roh mereka masih menghantui Penjara Alcatraz.
Editor: Novita Intan
Foto : Dok. Getty Images
