Ikuti Konklaf, Kardinal Ignatius Suharyo Beri Berkat bagi Lansia di Vatikan

Ikuti Konklaf, Kardinal Ignatius Suharyo Beri Berkat Untuk Lansia di Vatikan Ikuti Konklaf, Kardinal Ignatius Suharyo Beri Berkat Untuk Lansia di Vatikan

Jakarta, GPriority.co.id – Kardinal Ignatius Suharyo, perwakilan Indonesia dalam konklaf kepausan di Vatikan, memikat hati dengan gestur yang menyentuh sebelum memasuki Aula Paulus VI. Di tengah kerumunan wartawan dan simpatisan, ia berhenti sejenak untuk memberkati seorang lansia di kursi roda,.

Selain berinteraksi dengan publik, Kardinal Ignatius Suharyo juga mengunjungi patung migran di Lapangan Santo Petrus, menggemakan belas kasih Paus Fransiskus bagi masyarakat yang terlantar. Ia bergabung dengan 132 kardinal lainnya dalam persiapan konklaf, yang dimulai pada Rabu, 7 Mei 2025 kemarin, untuk memilih paus baru.

Untuk memastikan kerahasiaan konklaf, Vatikan telah mengumumkan akan menonaktifkan semua sinyal telepon di dalam Kapel Sistina selama proses pemungutan suara berlangsung. Tindakan ketat ini mencerminkan kesungguhan dan pentingnya memilih pemimpin spiritual Gereja Katolik berikutnya.

Sebagai informasi, Kardinal Ignatius Suharyo telah berangkat ke Vatikan pada Minggu (4/5) lalu dan bergabung dengan para kardinal lainnya menjelang dimulainya konklaf. Pemilihan akan berlangsung di Kapel Sistina dengan kerahasiaan yang ketat. Semua kardinal yang memiliki hak pilih, yaitu mereka yang berusia di bawah 80 tahun, akan tinggal di Domus Sanctae Marthae dan sepenuhnya terisolasi dari dunia luar hingga paus baru dipilih.

Kardinal Ignatius Suharyo, yang ditunjuk oleh Paus Fransiskus pada 2019, adalah Uskup Agung Jakarta dan orang Indonesia ketiga dalam sejarah yang menjadi kardinal. Ia sangat dihormati atas upayanya dalam mempromosikan kerukunan antaragama dan keadilan sosial seluruh Indonesia.

Sebagai informasi, secara resmi memilih paus baru, setidaknya dua pertiga dari para kardinal yang memberikan suara harus menyetujui seorang kandidat. Tradisi ini menekankan kerahasiaan dan kesungguhan dari proses tersebut.

Editor: Novita Intan

Foto : Dok. Keuskupan Agung Semarang