DONI MONARDO: KENDALA MENANGANI COVID-19 di Indonesia

Jakarta,gpriority-Dalam siaran persnya di kanal Youtube BNPB pada Senin (4/5) Kepala gugus tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo bahwa hingga saat ini dan masih banyak  kendala dalam menangani Covid-19.

Kendala yang dimaksud oleh Doni adalah perlindungan untuk kelompok rentan serta pemulangan WNI yang semakin meningkat.

“ Kelompok rentan harus dapat perlindungan secara maksimal karena mereka mudah terserang Covid-19,” ujar Doni.

Yang kedua adalah pemulangan WNI. Berdasarkan catatan BNPB , WNI yang sudah kembali ke Indonesia sebanyak 70.367 orang. Dan mereka sudah  dilakukan isolasi dan observasi.

“ Dan  dalam 2 minggu ke depan akan kembali sekitar 17 kapal pesiar yg berlabuh di Tanjung Priuk dan juga Tanjung Benoa. Dan mereka juga akan segera kami isolasi,” ujar Doni.

Kendala lainya adalah pemudik. Para pemudik yang lolos dari pemeriksaan aparat pejabat berpotensi meningkatkan penularan. Untuk itulah Gugus tugas jdiharapkan melakukan upaya pencegahan untuk mendeteksi dan menangani masyarakat yang sakit kemudian juga perintah presiden bahwa tidak ada yang mudik.

Doni juga berpesan agar jangan mencuri kesempatan mudik karena akan menimbulkan risiko di kampung halaman.

“ karena bisa saja tanpa di ketahui kita bisa menjadi pembawa, kemudian juga tadi ada arahan dari presiden untuk melakukan kajian yaitu mengganti hari libur lebaran antara akhir idul adha atau di akhir desember dan juga penting nya mengubah perilaku menjadi mematuhi peraturan PSBB,” tutur Doni.

Doni juga mengatakan hingga hari ini (4/5) Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 telah menerima 570.000 Alat Pelindung Diri (APD)dan telah didistribusikan ke seluruh rumah sakit di daerah sebanyak 390.000 APD. Sementara, APD yang tiba siang hari ini yaitu rencana nya ada sekitar 105.000 APD dan APD tersebut akan segera didistribusikan dan diprioritaskan terutama kepada rumah sakit yang ada didaerah terdampak.

Kekurangan APD seperti dituturkan Doni merupakan masalah yang tengah terjadi secara global.

“ Alhamdulillah, berkat kerja sama dari semua pihak baik itu perguruan tinggi, kementerian kesehatan, Kemenristek dan para peneliti di Indonesia dalam periode yang akan datang, kemungkinan besar Indonesia akan bisa memproduksi APD dengan bahan baku lokal yang telah mendapatkan sertifikasi dari WHO. Sehingga, ketergantungan APD dari luar negeri dapat segera teratasi,” ucap Doni

Doni juga mengatakan akan memberikan APD kepada tenaga medis yang bekerja  di rumah sakit ataupun klinik yang tidak melakukan penanganan Covid-19, karena berdasarkan laporan yang dia terima banyak dokter yang terpapar dan bahkan ada yang meninggal dunia, diantaranya dokter gigi dan dokter THT tidak bekerja di RS Penanganan Covid-19.

Terkait update Covid-19 di Indonesia, Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19 Ahmad Yurianto melalui kanal youtube di Graha BNPB pada Senin (4/5) mengatakan, jumlah yang positif mencapai 11.587, yang sembuh 1954 dan meninggal 864

“ Sementara ODP berjumlah 23.8178 orang dan PDP 24.020,” tutup Yuri.  (Hs)

 

Related posts