Jakarta, GPriority.co.id – Menlu Indonesia, Retno Marsudi, mengikuti kegiatan Debat Terbuka (Open Debate) dengan Dewan Keamanan PBB pada Selasa (23/1) kemarin.
Kegiatan ini merupakan ketiga kalinya Indonesia turut berpartisipasi dan mendukung perjuangan Palestina.
Dalam kesempatan tersebut, Menlu Retno mengingatkan peran Dewan Keamanan PBB sebagai dewan yang memiliki mandate untuk memelihara perdamaian dan keamanan internasional. Bukan mentoleransi kejahatan perang apalagi genosida.
“Sekali lagi, saya mendesak anggota DK untuk segera menghentikan ketakutan yang setiap hari dihadapi oleh warga Palestina di Gaza dan juga di Tepi Barat,” ujar Retno.
Menlu Retno juga mengecam keras pernyataan Netanyahu, Perdana Menteri Israel, yang menyatakan secara terbuka tidak mengizinkan Palestina untuk berdiri.
“Pernyataan ini sangat berbahaya dan tidak dapat diterima karena mengkonfirmasikan tujuan Israel sesungguhnya, yaitu menghilangkan Palestina dari peta dunia,” tegas Retno.
Pada pertemuan tersebut, Retno juga menekankan 3 hal penting untuk Dewan Keamanan PBB.
Pertama, pentingnya terciptanya gencatan senjata segera dan permanen.
“Yang paling penting, ini akan menyediakan ruang untuk mengatasi situasi kemanusiaan di Gaza, memulai upaya rekonstruksi paska-konflik, dan proses Solusi Dua Negara,” ungkapya.
Kedua, Palestina harus segera diterima sebagai anggota penuh PBB.
“Ini penting agar dapat segera dimulai proses yang adil dan seimbang untuk mewujudkan solusi dua negara serta mencegah kekejaman lebih jauh oleh Israel,” ujar Retno.
Ketiga, menghentikan pasokan senjata ke Israel.
Retno mengatakan, setiap senjata yang dikirim ke Israel dapat digunakan untuk membunuh rakyat sipil yang tidak bersalah.
“Dalam pernyataan, saya tegaskan bahwa Israel harus bertanggung jawab atas aksinya, termasuk kekejaman yang mereka lakukan di Gaza,” tambahnya.
Sebagai penutup, Retno juga mengungkapkan bahwa Indonesia akan mengambil semua langkah yang memungkinkan untuk terus mendukung Palestina.
Foto : Raja Media
