Dukung Pelestarian Musik Keroncong, Menbud Buka Kerja dengan Komunitas

Menteri Kebudayaan Fadli Zon (tengah) saat audiensi bersama Perkumpulan Keroncong Tugu di Jakarta, Jumat (9/1). Foto: dok.Kemenbud Menteri Kebudayaan Fadli Zon (tengah) saat audiensi bersama Perkumpulan Keroncong Tugu di Jakarta, Jumat (9/1). Foto: dok.Kemenbud

Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan komitmen Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) untuk memperkuat ekosistem musik keroncong agar tetap hidup, relevan, dan berkelanjutan lintas generasi.

Fadli menilai keroncong tidak sekadar genre musik lama, tetapi juga ruang silaturahmi, regenerasi, dan konsolidasi komunitas yang perlu dirawat secara kolektif.

“Kita sangat mendukung keroncong karena ini musik Indonesia. Tinggal bagaimana kita membangun ekosistem keroncong Indonesia, dan kami membuka kerja sama dengan komunitas keroncong,” ujar Fadli dalam keterangan resminya dikutip, Senin (12/1).

Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin berjalan sendiri dalam upaya pelestarian budaya. Dalam pendekatan yang diusung, komunitas ditempatkan sebagai motor penggerak utama, sementara negara hadir sebagai fasilitator melalui dukungan kebijakan, ruang kolaborasi, serta akses pembiayaan.

Komitmen tersebut disampaikan dalam audiensi antara Kementerian Kebudayaan dan Perkumpulan Keroncong Tugu. Dalam pertemuan itu, komunitas mengusulkan penyelenggaraan acara bertajuk “Lebaran Keroncong” di Jakarta, yang dirancang sebagai ajang silaturahmi lintas komunitas sekaligus perayaan keroncong berskala nasional.

Pimpinan Keroncong Tugu, Daud Yahya, menyebutkan bahwa Lebaran Keroncong direncanakan menghadirkan sekitar 10 kelompok musik keroncong dari wilayah Jabodetabek. Keroncong Tugu akan tampil sebagai representasi akar sejarah lahirnya musik keroncong di Indonesia.

Menanggapi usulan tersebut, Fadli menyambut positif gagasan Lebaran Keroncong sebagai langkah konsolidasi komunitas.

Namun, ia mengingatkan pentingnya perencanaan matang, mulai dari pemilihan lokasi, pengelolaan anggaran, hingga menjaga kualitas artistik pertunjukan agar mampu memberikan pengalaman bermakna bagi publik.

Lebih lanjut, Fadli menyoroti tantangan utama pelestarian keroncong saat ini, yakni menarik minat generasi muda serta membangun ekosistem yang berkelanjutan. Untuk itu, Kementerian Kebudayaan telah menjalankan sejumlah program strategis.

Di antaranya melalui program Belajar Bersama Maestro (BBM) yang melibatkan tokoh besar keroncong seperti Sundari Soekotjo, serta pemberian penghargaan kepada legenda keroncong, termasuk Waldjinah, sebagai bentuk apresiasi dan sumber inspirasi bagi generasi penerus.

Selain itu, Fadli juga mendorong pelaku seni memanfaatkan Dana Indonesiana dan menjajaki kemitraan antara sektor publik dan swasta guna memperkuat pembiayaan kegiatan kebudayaan.

Lebih jauh, keroncong juga diproyeksikan menembus panggung global. Fadli menyebut peluang pencatatan musik keroncong sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO melalui mekanisme extension-list bersama negara lain, yang dinilai dapat memperluas pengakuan dunia sekaligus mempererat kerja sama internasional di bidang kebudayaan.