Ekonomi Indonesia Naik 5,61 Persen pada Triwulan I 2026

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Selasa (5/5)/Foto Tangkapan Layar YouTube BPS DKI

Jakarta, GPriority.co.id – Ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 tumbuh sebesar 5,61 persen secara tahunan (year on year) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Selasa (5/5).

“Secara year on year, ekonomi triwulan 1 2026 tumbuh 5,61 persen dibanding triwulan yang sama di tahun sebelumnya,” kata Amalia.

Ia menambahkan, capaian ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan triwulan I 2025 yang sebesar 4,87 persen (year on year).

“Pertumbuhan ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan triwulan 1 2025, yang tumbuh sebesar 4,87 persen secara year on year,” tambahnya.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi didorong oleh sejumlah lapangan usaha utama, seperti industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan yang berkontribusi besar terhadap produk domestik bruto (PDB).

“Dimana total kelima lapangan usaha tersebut mencakup sekitar 63,52 persen dari total PDB,” ucap dia.

Dari sisi sumber pertumbuhan, lanjut Amalia, industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi sebesar 1,03 persen (basis poin).

Selain itu, pertumbuhan ekonomi juga ditopang oleh sektor perdagangan dengan kontribusi 0,82 persen, pertanian 0,55 persen, serta konstruksi sebesar 0,53 persen.

“Selain itu, petumbuhan ekonomi juga di topang oleh lapangan usaha dari perdagangan dengan sumber pertumbuhan 0,82 persen, pertanian dengan sumber pertumbuhan 0,55 persen, serta konstruksi dengan sumber pertumbuhan 0,53 persen,” pungkasnya.