Torp, Gpriority.co.id – Menjelang tutup tahun serta dalam dua hari terakhir sudah terjadi empat kecelakaan yang melibatkan empat maskapai penerbangan. Hari ini diawali dengan pendaratan darurat KLM Boeing 737-800.
Sehari setelah jatuhnya Embraer 190 AZAL serta sebelum terjadinya kecelakaan Jeju Airlines dan PAL Airlines milik Air Canada, sebuah maskapai asal Belanda, KLM harus melakukan pendaratan darurat di Bandara Sandefjord di Torp, Norwegia.
Pesawat jenis Boeing 737-800 yang membawa 182 penumpang tersebut sedang dalam perjalanan dari Oslo menuju Amsterdam. Tak lama setelah lepas landas,pesawat mengalami kegagalan hidrolik dan membuat Pilot mengalihkan pendaratan ke Bandara Sandefjord yang lebih kecil, yang terletak 110 kilometer di selatan Oslo.
Sebelumnya Pilot mendengar “suara keras” dan melihat asap keluar dari mesin kiri. “Mereka tidak dapat mengendalikan pesawat setelah mendarat karena tergelincir dan memasuki rumput di sebelah landasan pacu,” demikian pernyataan otoritas setempat.
Beruntung pesawat mendarat tanpa menimbulkan ledakan dan semua penumpang dinyatakan selamat. Seorang penumpang di dalam pesawat mengatakan kepada media bahwa instruksi yang jelas dari Pilot berperan penting dalam menjaga ketenangan penumpang karena mereka juga mendengar suara keras, mirip dengan suara tabrakan mobil, setelah lepas landas. Pilot memberi tahu penumpang bahwa sistem hidrolik pesawat rusak dan mereka akan dialihkan ke bandara lain karena bandara di Oslo melaporkan adanya kabut.
Sesaat setelah mendarat penumpang pun bertepuk tangan sebagai tanda apresiasi kepada Pilot. Mereka pun diangkut menggunakan bus menuju terminal bandara Sandefjord. Bandara ini sendiri merupakan bandara militer yang dibangun oleh NATO.
Sebagai informasi, Boeing 737-800 ialah pesawat yang berjenis sama dengan Jeju Airlines yang mengalami kecelakaan di Muan, Korsel. Boeing 737-800 adalah pesawat yang paling banyak digunakan maskapai regional di dunia. Pesawat ini termasuk paling laris di kelasnya. Maskapai tanah air seperti Garuda dan Lion Air pun menggunakan jenis ini.
Foto : FB KSTV Uganda
