Sidoarjo – Bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, ambruk pada Senin sore (29/9). Peristiwa itu terjadi ketika ratusan santri tengah melaksanakan salat berjemaah di mushala lantai bawah, sehingga banyak dari mereka tertimpa reruntuhan bangunan.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, mengatakan pihaknya menerima laporan insiden tersebut sekitar pukul 15.35 WIB. Ia menduga ambruknya bangunan dipicu lemahnya pondasi pada lantai empat.
“Diduga pondasi tidak kuat sehingga bangunan dari lantai empat runtuh hingga lantai dasar,” kata kata Edy dikutip dari Antara, Selasa (30/9).
Fakta-fakta Insiden
Sempat Goyang Sebelum Ambruk
Salah satu santri kelas tujuh Madrasah Tsanawiyah (MTS) Al Khoziny bernama Wahid mengatakan kejadian tersebut terjadi ketika mereka sedang menunaikan salat asar.
Dia melanjutkan, bangunan mushalla pondok pesantren tersebut sempat bergoyang sebelum runtuh.
“Ketika masuk rakaat kedua bagian ujung mushola ambruk, lalu merembet ke bagian lain gedung,” ucap Wahid.
Meski begitu, ia mengaku berhasil menyelamatkan diri dan mengajak santri lain untuk segera mengevakuasi diri. Dari pengakuannya, para santri yang sedang melaksanakan shalat berjamaah tersebut berjumlah lebih dari 100 orang.
38 Santri Masih Tertimbun
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebut hingga Selasa siang tim SAR gabungan masih mencari 38 orang yang diduga tertimbun.
Dia menjelaskan, hingga saat ini total korban yang telah dievakuasi sebanyak 102 orang, 91 orang di antaranya berhasil menyelamatkan diri secara mandiri, sedangkan 11 lainnya dievakuasi oleh tim SAR gabungan.
“Satu dari 11 orang yang dibantu evakuasi ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” kata Abdul.
Ia menambahkan, 77 korban luka-luka telah dibawa ke sejumlah rumah sakit terdekat, diantaranya sebanyak 34 orang ke RSUD Sidoarjo, 38 orang ke RS Siti Hajar, dan empat orang ke RS Delta Surya.
3 Santri Meninggal Dunia
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan per hari ini, Selasa (30/9), tiga santri dinyatakan meninggal dunia akibat insiden ini.
“Hingga pukul 11.00 Wib hari ini, tercatat tiga korban meninggal dunia dari total 100 orang yang telah teridentifikasi,” ujar Khofifah.
Pengasuh Ponpes Minta Maaf
Pengasuh Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, KH Abdus Salam Mujib menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak terutama para wali santri atas insiden tersebut. Menurut dia, kejadian ini merupakan takdir dari Tuhan.
Selain itu, Mujib berharap luka dan duka yang dialami para korban ambruknya musala digantikan dengan pahala oleh Allah.
Bangunan Baru Selesai Dicor
Mujib menjelaskan, gedung yang ambruk direncanakan memiliki tiga lantai dan baru saja selesai pengecoran atap lantai tiga pada hari kejadian. Ia menduga struktur bangunan tidak kuat menopang beban setelah pengecoran.
Dia mengatakan bahwa proses renovasi gedung telah berjalan sejak beberapa bulan lalu dan bangunan yang ambruk kali ini merupakan tahapan akhir dari seluruh proses renovasi ponpes.
Mujib pribadi sedang tidak dilokasi kejadian ketika insiden tersebut terjadi.
“Saya tidak ikut mengimami shalat berjamaah Ashar tersebut,” kata Mujib.
Pewarta : Fifi Abdurahman
