London, GPriority.co.id – Klub Inggris Southampton FC resmi gagal dalam upaya banding atas hukuman pengusiran dari final playoff Championship 2026.
Dilansir dari laporan Reuters pada Kamis (21/5), keputusan tersebut diumumkan oleh English Football League (EFL) setelah panel arbitrase menolak permohonan banding Southampton terkait kasus dugaan mata-mata terhadap lawan mereka, Middlesbrough FC.
Kasus ini menjadi salah satu skandal terbesar di sepak bola Inggris dalam beberapa tahun terakhir. Southampton sebelumnya dinyatakan bersalah karena merekam sesi latihan Middlesbrough secara ilegal menjelang semifinal playoff Championship.
Investigasi EFL juga menemukan pelanggaran serupa saat Southampton menghadapi Oxford United dan Ipswich Town selama musim reguler.
Akibat keputusan tersebut, Southampton tidak hanya kehilangan tempat di final playoff Championship, tetapi juga dijatuhi pengurangan empat poin untuk musim Championship 2026/2027.
Middlesbrough yang sebelumnya tersingkir kini kembali diikutsertakan dan akan menghadapi Hull City AFC di Stadion Wembley dalam laga yang dikenal sebagai “pertandingan terkaya di dunia” karena nilai promosi ke Liga Inggris mencapai sekitar 200 juta poundsterling.
Dalam pernyataan resminya, EFL menegaskan bahwa hukuman awal tetap berlaku penuh.
“Sanksi pengusiran tetap diberlakukan, begitu juga pengurangan empat poin untuk musim depan,” tulis EFL dalam pernyataannya.
CEO Southampton, Phil Parsons, mengaku kecewa dengan hasil banding tersebut. Ia menilai hukuman yang diterima klub terlalu berat dibanding pelanggaran yang dilakukan.
“Kami menerima bahwa harus ada sanksi, tetapi kami tidak bisa menerima hukuman yang tidak proporsional dengan pelanggaran,” ujar Parsons.
Southampton juga menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung klub. Dalam pernyataannya, klub menyebut hasil keputusan ini sebagai “momen yang sangat menyakitkan” bagi suporter, pemain, staf, hingga mitra komersial klub. Mereka berjanji akan membangun kembali kepercayaan publik setelah kontroversi tersebut.
Di sisi lain, Middlesbrough menyambut baik keputusan EFL karena dianggap menjaga integritas kompetisi. Klub tersebut sebelumnya mendesak Southampton dikeluarkan dari final demi melindungi sportivitas sepak bola Inggris.
Skandal “Spygate” ini diperkirakan akan terus menjadi sorotan karena berdampak besar terhadap persaingan promosi menuju Premier League serta reputasi Southampton di kompetisi sepak bola Inggris.
