Salah Sebut Korea Selatan Jadi Korea Utara, PM Inggris Undang Gelak Tawa

Perdana Menteri (PM) Inggris, Keir Starmer/Foto : Dok. AFP Perdana Menteri (PM) Inggris, Keir Starmer/Foto : Dok. AFP

London, GPriority.co.id – Perdana Menteri (PM) Inggris, Keir Starmer menjadi sorotan publik setelah salah bicara saat menyampaikan pidato di parlemen Inggris.

Momen tersebut viral di media sosial karena Starmer tanpa sengaja menyebut “Korea Utara” ketika menjelaskan kesepakatan perdagangan internasional yang sebenarnya melibatkan Korea Selatan.

Insiden itu terjadi dalam sesi Prime Minister’s Questions (PMQs) di House of Commons pada Rabu (20/5) waktu setempat.

Saat menjawab pertanyaan pemimpin Partai Liberal Demokrat Ed Davey mengenai hubungan perdagangan Inggris, Starmer mengatakan dirinya telah “menegosiasikan kesepakatan dagang serius,” termasuk dengan “Korea Utara.” Pernyataan tersebut langsung memicu tawa anggota parlemen yang hadir.

Tak lama setelah pidatonya, Starmer menyadari kesalahan tersebut setelah menerima catatan dari stafnya. Ia kemudian berdiri kembali dan mengoreksi ucapannya di depan parlemen.

“Saya baru saja diberi catatan bahwa saya tanpa sengaja mengatakan kami membuat kesepakatan dagang dengan Korea Utara, bukan Korea Selatan,” ujar Starmer sambil tertawa.

Ia juga menambahkan candaan yang semakin membuat suasana parlemen pecah tawa.

“Itu akan menjadi berita besar dan bukan berita yang bagus,” katanya.

Starmer lalu meminta agar catatan resmi parlemen diperbaiki dan menyebut kesalahan tersebut sebagai “slip of the tongue” atau keseleo lidah yang cukup memalukan.

Video momen tersebut dengan cepat menyebar di platform media sosial seperti X dan TikTok. Banyak warganet menilai kesalahan itu lucu, sementara sebagian lainnya mengkritik Starmer karena dianggap kurang hati-hati dalam forum resmi kenegaraan.

Beberapa media Inggris bahkan menyebut insiden tersebut sebagai salah satu momen paling menghibur di parlemen tahun ini.

Kesalahan penyebutan negara itu menjadi sensitif karena hubungan Inggris dengan Korea Utara selama ini sangat terbatas akibat sanksi internasional terhadap rezim Pyongyang.

Sebaliknya, Inggris memang tengah mempererat kerja sama ekonomi dan perdagangan dengan Korea Selatan sebagai bagian dari strategi memperluas kemitraan di kawasan Asia-Pasifik.

Meski hanya berlangsung singkat, momen tersebut memperlihatkan sisi santai parlemen Inggris di tengah tensi politik yang sedang meningkat.

Starmer sendiri berhasil mencairkan suasana dengan langsung mengakui kesalahannya secara terbuka di depan anggota parlemen lainnya.