Gas Melon Langka, Pemkot Parepare dan Pertamina Sidak Pangkalan Elpiji 3 Kg

Parepare, GPriority.co.id – Didorong kelangkaan pada Gas melon 3 Kg di wilayah Ajatappareng Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare bersama Pertamina Sidak ke sejumlah pangkalan Elpiji/ LPG 3 kilogram di wilayah Ajatappareng (Barru, Parepare, Sidrap, Pinrang, Enrekang).

Sidak dipimpin Sekda Kota Parepare, Amarun Agung Hamka, Kepala Dinas Perdagangan Andi Wisna ST. MM. Mulia Pratama, Sales Branc Marketing (SBM) Sulselbar VII Gas Pertamina.

Sidak Elpiji di wilayah Ajatappareng ini menyasar SPBE (Stasiun Pengisian Bulk Elpiji), Agen, Pangkalan dan Pengecer. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Parepare, Agung Amarun Hamka S.Stp.MM.mengatakan, pemantauan sementara menunjukkan distribusi Elpiji di Parepare masih berjalan normal dan belum ditemukan masalah besar.

Namun, pemerintah menduga tingginya kebutuhan Elpiji dipengaruhi musim kemarau yang membuat petani menggunakan tabung gas untuk mengoperasikan pompa air irigasi. “Kami terus memantau proses distribusi setiap hari. Saat ini alokasi Elpiji di Parepare sekitar 7.240 tabung per hari” ungkapnya.

Sales Branch Marketing (SBM) Gas Pertamina Sulselbar VII, Mulian Pratama, menegaskan, Elpiji subsidi tidak diperbolehkan disalurkan ke luar wilayah distribusi yang ditetapkan. Saat ini kami masih melakukan penelusuran dan koordinasi terkait indikasi adanya barang yang keluar daerah. Pertamina secara rutin melakukan monitoring ke SPBE, Agen, dan Pangkalan

Pasokan LPG untuk Parepare kini ditingkatkan dari sekitar 7.240 tabung menjadi 7.800 tabung per hari. Peningkatan konsumsi Elpiji tidak hanya berasal dari rumah tangga dan usaha mikro, tetapi juga dari petani yang menggunakan Elpiji untuk mengoperasikan mesin pompa air irigasi.

Regulasi pemerintah, penggunaan LPG subsidi untuk sektor pertanian hanya diperbolehkan bagi petani sasaran yang menerima bantuan konverter kit BBM ke BBG dari pemerintah.

Adapun pengawasan yang dilakukan, selain sidak hari ini, Pertamina bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum terus melakukan koordinasi untuk memastikan distribusi LPG subsidi tetap tepat sasaran.

Dikatakanya, pengecer mesti terdaftar dan kuotanya dibatasi. Seluruh pangkalan agar memprioritaskan penjualan kepada konsumen langsung, khususnya rumah tangga dan usaha mikro.

Diketahui harga ecer Elpiji 3 Kg. Ditingkat pengecer terbilang tinggi mulai dari Rp.20.000 – 25.000. Konsumsi hingga di Sektor Pertanian menyebabkan konsumsi Gas Melon meningkat

Selain dari kondisi itu, Pertamina temukan indikasi Elpiji dikumpul oleh pengumpul dan membeli Elpiji 3 Kg dari Rp. 35.000 dan menjualnya Rp.50.000 / tabung.

Reportase : Agustin Effendy

Foto : Istimewa