Gotong Royong Mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045

Jakarta,GPriority.co.id-Bertempat di Ruang Rapat DH. Djunaedi, Kementerian PPN/Bappenas pada Kamis (9/2/2023) mengelar diskusi panel bertema Inisiasi Bersama Visi Indonesia 2045.

Nampak hadir dalam acara tersebut, Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti, Ketua Iluni Didit Ratam, Rektor UNPAD Prof. Rina Indriastuti dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, acara ini merupakan momen kolaborasi yang sangat penting karena kombinasi antara pemerintah dengan akademis untuk menyatukan pandangan terkait visi Indonesia 2045.

” Bappenas memiliki tugas utama dalam menyusun pembangunan jangka panjang dan pendek untuk itulah harus memastikan setiap perencanaan pembangunan harus berjalan dengan baik dan mengakomodasi berbagai aspirasi dari semua stakeholder. Adapun dokumen yang dimaksud Perencanaan Jangka Pendek, Jangka Menengah dan Jangka Panjang,” ucap Amalia.

Ketiga dokumen tersebut menurut Amalia harus diselesaikan dalam waktu bersamaan di tahun ini. Sehingga dibutuhkan kolaborasi dan juga gotong royong agar visi Indonesia Emas 2045 bisa tercapai.

Berbicara visi Indonesia Emas 2045, Bappenas diminta oleh Presiden Joko Widodo untuk menyusunnya. “Kenapa 2045, karena bertepatan dengan 100 tahun peringatan Kemerdekaan Indonesia,” Amalia.

Dalam penyusunan tersebut tidak hanya berisi gambaran ideal saja tetapi memuat grand strategi untuk mencapai tahapan pembangunannya. ” Untuk itulah visi 2045 yang disusun 2016-2017 akan ditata ulang pada tahun ini dan akan dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 yang nantinya akan ditetapkan Oleh undang undang,” ucap Amalia.

Amalia dalam kesempatan tersebut juga mengatakan, pendekatan untuk pembangunan Indonesia masa depan akan berubah dari reformasi menjadi transformasi. Karena reformasi tidak cukup untuk mewujudkan Indonesia emas di 2045. Transformasi Indonesia tidak hanya ekonomi tapi seluruh aspek kehidupan baik sosial, tata kelola yang didukung dengan kinerja tranformasi uang mencakup pembiayaan dan akan diterjemahkan dalam kebijakan kewilayahan. Dengan demikian aspek mengurangi ketimpangan dapat menjadikan penduduknya berperan penting dalam transformasi Indonesia. “Diperkokoh dengan kaidah pelaksanaan dan ketangguhan diplomasi yang menjadi bagian penting mencapai Indonesia emas 2045,”jelas Amalia

Salah satu upaya transformasi ekonomi meningkatkan produktivitas sehingga bisa tumbuh rata-rata 6 persen. “Kami menggarisbawahi ekonomi yang tinggi tidak boleh diiringi dengan peningkatan emisi dan gas rumah kaca. Itu sesuai dengan visi Indonesia Emas 2045,” tutur Amalia menutup sambutannya. (Hs.Foto:Hs)