Gubernur DKI Jakarta Atasi Tawuran Lewat Gerakan ‘Manggarai Bersholawat’

Gubernur DKI Jakarta Atasi Tawuran Lewat Gerakan 'Manggarai Bersholawat' Gubernur DKI Jakarta Atasi Tawuran Lewat Gerakan 'Manggarai Bersholawat'

Jakarta, GPriority.co.id – Menyoroti isu tawuran yang masih berkembang di Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kini berinisiatif mengatasinya lewat gerakan ‘Manggarai Bersholawat‘.

Gubernur DKI Jakarta berencana meluncurkan program ‘Manggarai Bersholawat’ sebagai upaya kultural dan keagamaan untuk meredam aksi tawuran yang kerap terjadi di kawasan Manggarai. Ia menilai tawuran tak bisa diselesaikan dengan pendekatan represif semata, melainkan perlu dialog dan kebersamaan antarwarga yang sering berseteru. Pramono menyebut faktor pemicu tawuran adalah minimnya lapangan kerja dan kurangnya fasilitas yang dimanfaatkan oleh pemuda setempat.

Lewat gerakan ini, Pramono mengundang kelompok-kelompok yang bertikai untuk duduk bersama dan mencari akar masalah secara terbuka. Ia juga turut melibatkan tokoh agama, majelis taklim, dan berbagai elemen masyarakat dalam pelaksanaan program tersebut.

Pramono bahkan telah menginstruksikan Wali Kota Jakarta Selatan untuk segera mempersiapkan kegiatan ini. Pramono menekankan, gerakan ‘Manggarai Bersholawat’ akan menjadi percontohan sebelum diterapkan di wilayah lain dengan masalah yang serupa.

Masih berkaitan, dan menyoroti program barak militer dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Pramono secara tegas mengatakan jika dirinya tidak akan mengikuti langkah tersebut.

Dirinya lebih memilih pendekatan edukatif dan partisipatif dengan memperpanjang jam operasional taman dan perpustakaan, serta menyediakan ruang bagi anak-anak muda untuk dapat lebih berkegiatan positif. Diakui oleh Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Cyril Raoul Hakim, kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi pembangunan manusia berbasis pemberdayaan, dan bukanlah sebuah hukuman.

Selain berfokus pada anak muda, kini Pemprov DKI Jakarta juga bekerja sama dengan Polda Metro Jaya untuk dapat mengatasi premanisme melalui program operasi terpadu selama 15 hari, yang bertujuan memberi efek jera dan mencegah kekerasan di Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta juga akan menertibkan atribut ormas yang tidak memiliki izin, demi kepastian hukum dan kontribusi terhadap pendapatan daerah.

“Kami akan menerapkan banyak hal, tetapi lebih memadatkan pada kegiatan-kegiatan positif. Makanya taman dibuka sampai malam. Artinya, membuka ruang bagi anak-anak muda untuk berkreasi di tempat yang seharusnya, termasuk perpustakaan,” imbuh Cyril Raoul Hakim atau yang lebih akrab disapa Chico Hakim tersebut.

Editor: Novita Intan

Foto : Dok. Humas Setkab