Guna Memberikan Pelayanan yang Lebih Baik, Pemerintah Naikkan Iuran BPJS

Jakarta,gpriority-” Guna menjaga kesinambungan program jaminan kesehatan sosial, pemerintah pun menaikkan iuran BPJS,” ucap Staf ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara, Kunta Wibawa Dasa Nugraha dalam siaran persnya pada Kamis (14/5).

Selain itu kenaikan ini juga agar BPJS Kesehatan atau Program Kesehatan Nasional dapat memberikan layanan yang berkualitas dan juga tepat waktu serta terjangkau oleh negara dan juga terjangkau oleh masyarakat.

Kunta juga mengatakan, meski jaminan kesehatan ini menjadi prioritas negara namun negara juga memiliki keterbatasan untuk membiayai program kesehatan ini.

” Hingga 13 Mei 2020 , BPJS Kesehatan memiliki hutang yang jatuh tempo kepada rumah sakit sebesar 4,4 triliun rupiah. Dan diperkirakan, pada tahun 2020 ini akan mengalami devisit sebesar 6,9 triliun rupiah. Dan inilah yang membuat pemerintah menaikkan iuran BPJs,” ucap Kunta.

Terkait besaran iuran, Kunta menjelaskan iuran yang ditetapkan dalam Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 ini yakni, iuran untuk kelas 1 sebesar Rp 150.000, kelas 2 sebesar Rp 100.000 dan untuk kelas 3 sebesar Rp 42.000.

” Namun hingga akhir tahun 2020 ini, peserta kelas 3 hanya akan membayar sebesar Rp 25.500 dan selisihnya akan dibayarkan oleh pemerintah pusat. Dan pada tahun 2021 mendatang nanti, iuran untuk peserta kelas 3 ini sebesar Rp 35.000 selisih nya juga akan dibayarkan oleh pemerintah pusat ddan juga pemerintah daerah,” tutup Kunta.

Related posts