Guruku Bergerak Dengan Hati

25 November 2021 merupakan hari yang paling ditunggu oleh para guru di Indonesia. Sebab di hari tersebut, para guru memperingati hari ulang tahunnya.

Menurut laman resmi kemendikbudristek, Hari Guru Nasional 2021 diperingati berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 78 Tahun 1994, sama seperti peringatan Hari Guru Nasional setiap tahunnya. Keputusan itu ditandatangani oleh Presiden Soeharto.


Dikutip dari Keppres nomor 78 tahun 1994 tentang Hari Guru Nasional, terdapat dua hal yang menjadi pertimbangan ditetapkannya Hari Guru Nasional.

Yang pertama guru memiliki kedudukan dan peranan yang sangat penting dalam pelaksanaan pembangunan nasional. Kedua, tanggal tersebut diperingati sebagai hari ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia dan sebagai upaya untuk mewujudkan penghormatan kepada guru. Keputusan Presiden tentang Hari Guru Nasional ditetapkan mengingat beberapa pasal hukum Republik Indonesia yaitu:


Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945.Undang-undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Tahun 1989 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3390).Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 1992 tentang Tenaga Kependidikan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3484). Serta Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional Yang Bukan Hari Libur.


Berbeda dengan sebelumnya untuk upacara perayaan yang berlangsung di Kantor Kemendikbudristek pada 25 November 2021 pukul 08.00 WIB, para ASN maupun guru yang berada di naungan Kemendikbudristek menggunakan pakaian adat. Menurut Mendikbudristek dalam pidato sambutananya, ini bertujuan agar budaya dan tradisi leluhur bangsa Indonesia tetap lestari. Tak hanya itu, dengan menggunakan pakaian adat, masyarakat dunia juga mengetahui bahwa Indonesia berasal dari suku bangsa yang berbeda namun tetap satu.

Mas Nadiem begitu beliau biasa disapa juga menekankan bahwa di era industri 4.0 konsep merdeka belajar memang tepat diterapkkan karena dengan menggunakan konsep ini para guru bisa melakukan inovasi tanpa dijajah oleh keseragaman.

Mas Nadiem juga mengucapkan terima kasih kepada para guru, karena di tengah pandemi yang berlangsung hingga saat ini, mereka masih mau memberikan pelajaran baik melalui pembelajaran tatap muka yang tengah berlangsung pada saat ini maupun dengan pembelajaran jarak jauh atau online. Mas Nadiem juga mengucapkan terima kasih kepada guru-guru yang wilayahnya tidak terjangkau akses internet, karena mau mendatangi anak-anak untuk memberika n pelajaran secara langsung kepada mereka.

“ Inilah yang disebut bergerak dari hati. Jadi tema yang diangkat dalam acara ini sesuai dengan pergerakan yang dilakukan oleh guru di masa pandemi,” tutup Nadiem Makariem.(Hs.Foto.Kemendikbudristek)

Related posts