Jakarta, GPriority.co.id – Harga sejumlah kebutuhan pokok (sembako) seperti ayam, telur, cabai, hingga bawang di Pasar Johar Baru, Jakarta Pusat, mengalami kenaikan menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026).

Pedagang ayam, Waty (62), mengatakan harga ayam naik sekitar 30 persen.
“Normalnya kalau kayak ayam pecel lele biasanya cuma Rp25 ribu satu ekornya, sekarang bisa Rp33 ribu. Kalau ayam yang fillet biasanya cuma Rp50 ribu, sekarang jadi Rp60 ribu,” kata Waty kepada GPriority, Senin (8/12).
Ia menjelaskan, kenaikan harga dipicu tingginya permintaan menjelang rangkaian hari besar seperti Nataru 2025/2026, Lebaran Idul Fitri 2026, hingga Imlek.
“Satu menjelang Natal dan Tahun Baru, lalu puasa lanjut Lebaran, terus Imlek. Selain itu barang juga langka karena banyak dipakai untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Satu sekolah saja seminggu butuh sekitar 850 ekor, kalau se-Jakarta berapa coba,” jelasnya.
Waty menyebut kenaikan harga sudah terasa sejak aksi demo akhir Agustus. Harga sempat turun pada Oktober, tetapi naik kembali pada November hingga kini. Meski harga naik, omzetnya justru turun dari biasanya Rp5–6 juta per hari menjadi sekitar Rp3 juta.

Pedagang cabai, Jainudin (55), menyatakan hampir seluruh bahan pokok mengalami kenaikan.
“Rata-rata hampir 90 persen ada kenaikan terutama bahan pokok. Kenaikan mulai memasuki bulan Desember kemarin, terutama yang lagi gencar masalah cabai. Cabai sekarang yang rawit merah udah sampai Rp120 ribu (perkilo). Kalau bawang udah sampai Rp65-70 ribu bawang merah. Kalau kemarin-kemarin paling Rp50-55 ribu. Jadi ada sekitar 20’an persen kenaikannya kalau bawang merah. Kalau cabai signifikan banget naiknya,” tuturnya.

Pedagang telur, Kris (31), juga mengeluhkan kenaikan harga.
“Udah sebulan Rp30 ribu, dan baru hari ini naik Rp31 ribu. Mungkin besok udah Rp32 ribu perkilo. Biasa natal sama tahun baru, udah gak kaget lagi. Kalau natal dan tahun baru pasti naik,” ucap Kris.

Sementara itu, pedagang beras, Partio (45), mengatakan harga beras sejauh ini masih stabil.
“Belum ada tanda-tanda kenaikan. Paling yang premium Rp18 ribu perkilo, kalau yang medium Rp15 ribu perkilo (harga normal). Kalau kemarin-kemarin perkilo naik Rp300 (kenaikan tahun sebelumnya),” imbuh Patrio.

Partio berharap harga beras tetap stabil, mengingat dalam satu tahun terakhir kondisi ekonomi masyarakat Indonesia sedang sulit.
