Hari Pertama ASEAN Para Games 2026, Indonesia Raih 19 Emas dan di Peringkat Kedua Klasemen Sementara

Nakhon Ratchasima, Gpriority.co.id – Kontingen Indonesia telah meraih 19 medali emas pada hari pertama gelaran ASEAN Para Games 2026. Hasil ini menempatkan Indonesia pada peringkat kedua klasemen sementara tepat di bawah Thailand.

Prestasi ini diraih dari berbagai cabang olahraga unggulan seperti para balap sepeda, renang, angkat berat, dan atletik. Nurfendi, atlet para balap sepeda asal Yogyakarta, menjadi peraih medali emas pertama bagi Indonesia di ASEAN Para Games 2026. Nurfendi meraih emas pada nomor men’s individual time trial kategori B (klasifikasi MB2) di Suranaree University of Technology, Thailand, pada Rabu (21/1).

Nurfendi mencatat waktu 41 menit 59,763 detik, berpasangan dengan pilot Mufti Fadilah Salma, unggul 10 detik atas pasangan Thailand Surachai Yokphanitchakit/Jetsada. Nurfendi awalnya tak diunggulkan dan hanya menargetkan perak. Ia mengatasi ketegangan awal balapan dengan arahan pelatih dan motivasi tandemnya. Nurfendi menyelesaikan jarak 31,2 km dengan emosional, mempersembahkan medali untuk Indonesia, NPC, keluarga, dan pelatih.

Selain Nurfendi, Muhammad Fadli Imammuddin, Vanza Miftahul Jannah, serta Eliana (para powerlifting 41 kg putri) menjadi penyumbang emas awal. Tim para renang juga panen emas melalui Siti Alfiah, Mutiara Cantik Harsanto, dan Syuci Indriani di nomor gaya bebas, breaststroke, serta butterfly.

Atas capaian itu, Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir menyampaikan rasa syukurnya. “Alhamdulillah 19 medali emas berhasil diraih kontingen Indonesia pada hari pertama ASEAN Para Games 2025. Medali emas hari pertama paling banyak diraih oleh Tim atletik Indonesia dengan menyumbang 9 medali emas, dan Tim Renang dengan 6 medali emas. Semangat terus berjuang untuk Indonesia!” ujar Erick dalam laman media sosialnya.

Indonesia memiliki potensi kuat meraih tambahan medali emas pada hari kedua ASEAN Para Games 2026 (22 Januari 2026) di Thailand, terutama dari cabang para renang, para atletik, dan cabang lainnya yang dijadwalkan bertanding.

Para renang menjadi lumbung emas utama setelah menyumbang 7 emas di hari pertama melalui atlet seperti Siti Alfiah, Mutiara Cantik Harsanto, dan Syuci Indriani; nomor lanjutan seperti gaya punggung dan estafet diprediksi tambah medali. Para atletik dan powerlifting juga punya peluang besar berkat momentum Eliana dan atlet Jawa Barat yang optimis.

Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Reda Manthovani yakin prestasi 19 emas hari pertama akan memicu semangat atlet lain, termasuk sepak bola cerebral palsy dan cabang tim, untuk bersaing ketat dengan Thailand. Total atlet Indonesia (sekitar 300+) siap tingkatkan posisi kedua klasemen sementara.

Foto : Kemenpora