Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan jika Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) siap menyalurkan kredit ke 1.000 Koperasi Desa Merah Putih, sebagaimana dilansir dari ANTARA pada Rabu (1/10).
Menko Zulhas menuturkan jika pemerintah saat ini akan fokus terlebih dahulu pada 20 ribu Koperasi Desa Merah Putih yang telah lengkap. Program ini akan diawali dengan penyaluran kredit ke 1.000 Koperasi Desa, mulai pekan depan.
“Pertama, kita akan fokus dulu pada 20 ribu (koperasi desa) yang sudah lengkap. Akan diawali dengan 1.000 pada minggu depan untuk di launching karena dana sudah siap,” ungkap Zulhas.
Ke depannya, setiap Koperasi Desa dapat mengajukan pinjaman dengan nilai maksimal Rp3 miliar, melalui proposal yang lebih sederhana setelah aturan pengajuannya direvisi. Selain itu, pemerintah serta bank Himbara juga akan memberikan pendampingan secara langsung kepada koperasi yang kesulitan mengajukan pinjaman.
Saat ini menurut data Kemenko Bidang Pangan, ada 1.064 koperasi yang didampingi oleh bank Himbara. Diantaranya, BRI yang mendampingi 400 unit koperasi desa dengan total dana Rp400 miliar, bank mandiri mendampingi 310 unit koperasi desa dengan dana Rp310 miliar, BNI mendampingi 300 unit koperasi desa dengan dana Rp300 miliar, serta BSI yang mendampingi 54 unit koperasi desa dengan dana Rp54 miliar.
“Bank Himbaranya nanti diarahkan juga untuk bisa melatih pengurus-pengurus koperasi desa dan dibantu oleh kami di Kementerian Koperasi dan dari satgas itu,” jelas Menteri Koperasi, Ferry Juliantono.
Sementara itu, data Danantara menyebut jika total kebutuhan pinjaman dari koperasi yang diajukan kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu RI), mencapai Rp1,06 triliun. Jika dirinci, besaran tersebut meliputi belanja modal senilai Rp255,9 miliar dan belanja operasional senilai Rp808 miliar.
Saat ini pemerintah menargetkan program tersebut dapat menjangkau sebanyak 80 ribu desa di seluruh Indonesia. Nantinya pinjaman tersebut akan diarahkan guna modal kerja, pembangunan gudang, serta gerai koperasi.
“Sekarang Menkeu dan pihak pembangun gudang dan gerai-gerai sudah siap. Kementerian Koperasi mendapat amanat untuk mempersiapkan pengurus koperasi desa untuk dilatih membuat proposal. Tata cara pencairannya sudah disiapkan semua,” pungkas Ferry.
