Jakarta, GPriority.co.id – Di Jepang, ada aturan yang melarang masyarakatnya untuk menjadi gemuk. Aturan ini dinamakan hukum metabo.
Dilansir dari akun Instagram @solusi_penyakit_jantung pada Jumat (7/2), hukum metabo atau metabo law, mulai diberlakukan sejak 2008. Pemerintah Jepang mewajibkan seluruh warganya yang berusia 40-75 tahun untuk mengukur lingkar pinggang mereka setiap tahunnya.
Jika linggar pinggang melebihi batas yang ditentukan, 85 cm bagi pria dan 90 cm bagi wanita, warga Jepang diwajibkan mengikuti program diet dan olahraga yang diawasi ketat oleh pemerintahnya.
Apabila tidak berhasil menurunkan lingkar pinggang, maka pemerintah Jepang akan mengenakan denda. Parahnya, perusahaan tempat bekerja dari warga yang kelebihan berat badan tersebut, juga akan kena imbasnya. Itulah mengapa di negara Jepang banyak orang yang rajin berolahraga dan menjaga pola makan.
Meski hukum metabo menjadi kontroversial, namun hukum ini memang diberlakukan pemerintah Jepang demi mengurangi angka obesitas dan menjaga kesehatan masyarakat di negeri sakura tersebut.
Selain itu, hukum metabo diterapkan pemerintah Jepang untuk mencegah penyakit kronis seperti diabetes dan stroke, serta menjaga kesehatan masyarakatnya.
Tiga Metode Diet Terkenal di Jepang

Lebih lanjut, di Jepang ada tiga metode diet terkenal. Diantaranya diet Okinawa, diet 1975, dan diet tradisional Jepang.
Diet Okinawa lahir setelah terinspirasi dari pola makan penduduk Okinawa di Jepang. Dapat memperpanjang usia, diet ini dapat dilakukan dengan menyeimbangkan konsumsi karbohidrat, sayuran, tahu, serta makanan laut.
Sementara diet 1975 dilakukan dengan menjaga pola makan dan gaya hidup yang lebih sehat, dengan lebih aktif berolahraga.
Begitupun dengan diet tradisional Jepang yang mengonsumsi makanan khas Jepang bernama washoku. Diet ini didominasi oleh ikan, makanan laut, serta makanan nabati.
Selain ketiga metode diet tersebut, beberapa kebiasaan yang sering dilakukan warga Jepang untuk menjaga berat badan mereka, antara lain seperti rutin meminum teh hijau, mengonsumsi makanan fermentasi seperti natto, miso, dan kimchi, serta memasak makanan dengan metode rendah lemak.
Foto : The Times
