Ikan Cupang jadi Primadona di Masa Pandemi Covid-19

Di tengah pandemi Covid-19, memelihara ikan cupang baik hias maupun aduan tengah menjadi primadona baik itu di kalangan selebriti maupun pekerja kantoran.

Menurut Rohman selaku owner Adzkiya Beta, yang membuat cupang makin diminati adalah jenisnya yang semakin beraneka ragam sehingga mampu mempercantik aquarium di rumah. “ Jika dahulu kita hanya mengenal cupang aduan saja, kini ada cupang hias seperti serit, slayer, halfmoon, wild betta, koi, giant, dragon,plakat dan multi color,” ucap Rohman.

Karena jenisnya yang makin beraneka ragam, maka harga jualnya pun makin variatif. Jika dahulu harganya paling tinggi Rp.5 ribu, kini bisa mencapai puluhan juta rupiah.” Hingga saat ini halfmoon avatar yang memiliki harga paling tinggi, yakni Rp. 21 juta,” kata Rohman.

Menurut Rohman, yang membuat nilai jual halfmon avatar sangat tinggi adalah bentuknya yang sangat indah dengan sirip yang lebar dan lentur, serta warna tubuhnya yang jauh lebih terang dibandingkan dengan jenis ikan cupang lainnya. “Ikan cupang halfmoon avatar masuk ke pasaran Indonesia 10 tahun yang lalu dan sampai sekarang pamornya belum turun. Yang membuat pamornya belum turun adalah banyaknya kontes yang melibatkan ikan ini,” jelas Rohman.

Selain yang paling tinggi, Rohman juga mengatakan ada juga cupang yang memiliki harga rendah yakni sekitar Rp.5 ribu. Cupang yang dimaksud adalah cupang aduan. “ Ikan ini dibanderol murah karena ganas dan tidak memiliki keindahan layaknya cupang hias. Di samping itu tidak adanya kontes buat cupang aduan juga menjadi alasan lainnya kenapa cupang jenis ini dibanderol dengan harga yang sangat murah,” jelas Rohman.

Rohman juga menyarankan kepada penghobi baru cupang, agar tidak langsung membeli cupang dengan harga mahal. Alasannya, kalau tidak tahu cara merawatnya hanya akan membuang-buang uang saja. “ Merawat cupang itu ada triknya, kalau tidak tahu pasti cupang akan mati. Jadi kalau Anda belum tahu cara merawatnya, saya sarankan untuk membeli cupang dengan harga murah namun memiliki corak yang indah, contohnya cupang serit. Dengan uang Rp.20 ribu, Anda sudah mendapatkan 1 ekor cupang serit berjenis pejantan,” ujar Rohman.

Lebih lanjut dikatakan Rohman, untuk merawat cupang, ada hal-hal yang perlu diperhatikan.

Yang pertama, pilih ukuran wadah yang pas. Pada dasarnya ikan cupang bisa hidup di mana saja, namun jika mau awet bisa membeli aquarium berukuran 20 x 15 x 15 cm. Dengan ukuran tersebut, cupang akan mendapatkan udara yang lebih banyak dibandingkan dengan ukuran lainnya.

Kedua, air untuk ikan cupang. Karena asalnya dari sawah dan rawa, maka air yang dipergunakan untuk cupang adalah air sumur atau PAM. Namun sebelum ikan cupang dimasukkan, diamkan terlebih dahulu di dalam ember selama beberapa jam. Ini dimaksudkan agar kloramin dan klorin yang berasal dari air sumur atau PAM menghilang. Perlu diketahui, kloramin dan klorin mampu menyebabkan cupang cepat mati.

Ketiga, perhatikan volume air, jika menggunakan wadah ikan cupang tanpa penutup, sebaiknya air yang harus diisi sekitar 40 %. Ini dimaksudkan agar ikan tidak loncat keluar.

Keempat, cara memasukkan ikan cupang di wadah baru. Untuk cara ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan yakni  jangan ganti air secara drastis.Lebih baik campur air lama dengan yang baru.Hal tersebut akan mempermudah ikan cupang dalam menyesuaikan diri dengan air tersebut.Hindari pula penggunaan jaring ikan karena dapat merusak siripnya yang halus.

Kelima, bersihkan wadah ikan dari kotoran. Ikan cupang akan cepat mati jika banyak kotoran dan lendir yang menempel. Untuk itulah 3 hari sekali, airnya harus diganti. Selain itu wadahnya harus dibersihkan agar lendir tidak menempel. Untuk membersihkan wadah hindari penggunaan sabun, karena dapat meracuni cupang.

Keenam, menjemur ikan cupang. Aktivitas ini dilakukan agar cupang menjadi lebih fresh dan membunuh bakteri yang terdapat di dalam kulitnya. Untuk penjemuran bisa dilakukan pada pukul 8 hingga 10 pagi dengan rentang waktu 15 hingga 30 menit saja. Namun bagi Anda yang memiliki cupang berwarna hitam, langkah ini sebaiknya dihindari saja, mengingat cupang akan menjadi panik dan berusaha melarikan diri dengan jalan melompat.

Ketujuh, perhatikan jenis makanan ikan cupang. Cupang merupakan hewan yang bisa memakan apa saja, namun jika ingin memiliki warna yang bagus, sebaiknya Anda harus memberikan dia makanan yang bisa menghasilkan pigmen warna seperti kutu air, udang, tanaman spirulina, daun ketapang, dan daun jati.

Terakhir, berikan dia garam. Garam berguna untuk penyeimbang osmosis di dalam tubuh ikan sekaligus membantu penyembuhan luka. Cara pemberian garam pada ikan cupang adalah 0,1 persen dari air atau setara dengan 10 gram garam yang berisi 1 liter air.

Selain perawatan, Rohman juga memberikan tips mengenai pemilihan cupang yang baik. Menurut Rohman ada 4 poin yang perlu diperhatikan pada saat memilih cupang.

Poin pertama, pilih ikan cupang yang berwarna tajam atau cerah. Pada umumnya ikan cupang yang memiliki warna tajam atau cerah akan membuat wadah cupang menjadi lebih berwarna, sehingga Anda akan betah berlama-lama untuk menatap cupang peliharaan Anda.

Kedua, lihat kondisi siripnya. Jika sobek atau rusak, sebaiknya jangan dibeli. Karena jika tidak dirawat akan cepat mati.

Ketiga, perhatikan tubuhnya apakah ada benjolan atau tidak. Jika ada benjolan sebaiknya pilih cupang yang lainnya, karena cupang tersebut sudah tidak sehat.

Terakhir, lihat pergerakannya. Jika ikan cupang tersebut bergerak agresif, silahkan membelinya. Namun kalau tidak lebih baik urungkan, karena dalam beberapa hari cupang tersebut akan mati.(Hs.Foto.dok.Adzkiya Beta) 



Related posts