Indonesia Ditargetkan Punya Satelit Navigasi Sendiri pada 2045

Ilustrasi peta navigasi/Foto iStock Ilustrasi peta navigasi/Foto iStock

Jakarta, GPriority.co.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menargetkan Indonesia memiliki satelit navigasi sendiri pada 2045. 

Hal itu disampaikan Direktur Sekretariat Badan Antariksa Indonesia (INASA) BRIN, Erna Sri Adiningsih, usai Workshop Teknologi Global Navigation Satellite Systems (GNSS) di Kantor BRIN Pusat, Senin (17/11).

“Kita Indonesia belum punya pengalaman terkait dengan teknologi satelit navigasi, belum punya. Kalau di Space Policy 2045 itu, kita sudah sampaikan di dalam bahwa kita harus sudah punya kemandirian. Kita punya target dan itu harusnya ya,” kata Erna kepada wartawan.

Ia mengakui kemampuan Indonesia nantinya belum akan setara negara-negara maju seperti Amerika Serikat atau Rusia. 

Namun menurutnya, cara pandang harus berubah, bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga produsen layanan berbasis satelit.

“Jadi cara pandangnya adalah bahwa Indonesia tidak hanya punya kelebihan dari sisi geografis dan demografi penduduk yang banyak sebagai market. Kalau saat ini kita sebagai market, sebagai pasar, ke depan kita juga harus sebagai produsen yang memproduksi misalnya layanan untuk satelit,” tuturnya.

Ia menambahkan, Indonesia seharusnya membangun industri satelit sendiri, tidak terus-menerus membeli satelit dari luar negeri. 

“Jadi sebetulnya seharusnya ada industri satelit, tidak hanya kita beli satelit jadi dari luar negeri. Kita sudah ada industri satelit, kemudian layanan untuk meluncurkan satelit ke orbitnya itu adalah bagian yang sudah kita tuangkan di dalam program keantariksaan nasional sampai dengan 2045 yang disebut dengan Space Policy 2045 itu sih,” ucap Erna.