Ini Persiapan yang Dilakukan Sebelum Menikah


Menikah merupakan ibadah terlama dalam hidup manusia. Dalam agama Islam, menikah diibaratkan seperti menyempurnakan separuh agama. Menandakan bahwa pernikahan merupakan hal yang sangat penting bagi kebaikan agama seseorang. Sebagaimana perkataan Anas bin Malik bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Ketika seorang hamba menikah, berarti dia telah menyempurnakan separuh agamanya (nishfu ad-din). Maka bertakwalah kepada Allah pada separuh sisanya” (Hadits Hasan li ghairihi, dalam Shahih Targhib wa Tarhib 2/192).

Melihat begitu pentingnya beribadah dalam bentuk pernikahan, oleh sebab itu persiapan sebelum menikah sangat diperlukan bagi siapa saja yang akan menikah. Jika shalat saja, yang ibadahnya hanya lima menit setiap kali dikerjakan perlu untuk melakukan persiapan (memahami tata cara shalat, rukun dan syarat sahnya), begitupun dengan menikah. Segala bentuk persiapan baik secara mental, fisik dan juga finansial sangat penting untuk diperhatikan karena sebagai tolok ukur kesiapan seseorang. Selain itu, proses persiapan seseorang juga bisa melatih kepekaan tentang kesiapan calon pasangan.

Tak jarang, seseorang yang sedang berproses menuju pernikahan merasa ragu ataupun khawatir. Dalam logika ushul fiqih mengatakan “sesuatu tidak boleh kita ubah statusnya (hukumnya), kecuali ada dalil yang jelas atau dugaan yang kuat”. Seseorang yang sedang menjalankan proses menuju pernikahan dianjurkan untuk memahami kaidah ini. Biasanya, mereka yang berproses mengalami keraguan dalam hati yang disebabkan oleh kurangnya indikator maupun data.

Ustadz M. Nuzul Dzikri, dalam ceramahnya mengatakan bahwa jangan melangkah (meneruskan pernikahan )kecuali yakin atau punya dugaan kuat karena memiliki data ataupun indikator. Yang dimaksud dengan yakin adalah memiliki data 100% atau memiliki banyak indikator meskipun tidak sampai 100% bahwa calon adalah orang yang baik. Jika sampai menjelang hari H keyakinan dalam hati masih kurang dari 50% (ragu-ragu), sebaiknya jangan diteruskan.

Berikut adalah langkah yang dapat dilakukan untuk menghilangkan keraguan dalam diri. Pertama, mengenali fisiknya dengan cara nadzor (melihat calon secara langsung). Urusan fisik cukup penting karena dapat membawa ketentraman bagi kedua pasangan. Kedua, bertanya dengan sahabat terdekat calon tentang kebiasaan sehari-hari dan ibadah hariannya.

Hal ini dapat menambah gambaran bagaimana kualitas diri calon pasangan dinilai dengan kegiatan hariannya. Ketiga, kenali lingkungan tempat tinggalnya. Faktor lingkungan bisa mempengaruhi tumbuh kembangnya prilaku seseorang. Hal ini sangat penting agar dapat mengetahui sikap asli dari calon pasangan sehingga jika sudah menikah tidak kaget lagi dengan karakternya.(Nad.Foto.Istimewa)