Jakarta, GPriority.co.id – Berlibur bersama orang asing dalam tur berkelompok kerap menjadi tantangan tersendiri bagi seorang introvert. Situasi baru, lingkungan asing, hingga tuntutan interaksi sosial sering kali memicu rasa canggung dan tidak nyaman.
Namun, menurut pakar perjalanan Aviral Gupta, introvert tetap bisa menikmati perjalanan kelompok dengan cara yang lebih santai dan bermakna. Dikutip dari Hindustan Times, Senin, CEO Zo World and Zostel itu membagikan sejumlah trik sederhana untuk memulai percakapan dan membangun koneksi saat bepergian bersama orang baru.
Salah satu langkah awal yang disarankan adalah memilih tempat menginap yang mendukung interaksi sosial. Menurut Gupta, ruang bersama menjadi kunci terciptanya koneksi antarpeserta perjalanan.
“Hostel dengan ruang santai bersama, meja sarapan panjang, dapur komunal atau tempat nongkrong di atap memudahkan orang asing untuk menjadi akrab. Momen-momen kecil seperti menunggu roti panggang matang, meminta garam untuk mie, mengisi daya di stop kontak yang sama bisa menghilangkan rasa canggung,” kata Gupta.
Selain itu, makanan dinilai sebagai media ampuh untuk mencairkan suasana. Membawa camilan atau berbagi makanan saat perjalanan dapat membuka ruang percakapan tanpa tekanan.
Dalam perjalanan kelompok, Gupta juga menekankan pentingnya memahami batas diri sendiri dan orang lain. Introvert disarankan untuk peka terhadap momen ketika perlu berinteraksi dan kapan harus memberi ruang.
“Beberapa orang membutuhkan keheningan atau waktu sebelum mereka terbuka. Memberi mereka ruang tanpa menghilang adalah titik ideal,” kata dia.
Gupta juga mengingatkan agar perjalanan tidak selalu diukur dari interaksi besar, melainkan dari hal-hal kecil yang bermakna. Merayakan keberhasilan sederhana, seperti obrolan singkat atau aktivitas bersama, dapat membangun rasa kebersamaan secara alami.
Dengan pendekatan yang tepat, perjalanan kelompok tak hanya menjadi ajang liburan, tetapi juga pengalaman sosial yang tetap nyaman bagi seorang introvert.
